Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
China Kuasai Bahan Hi-Tech, Hasil Kebijakan Visioner Deng Xiaoping

China Kuasai Bahan Hi-Tech, Hasil Kebijakan Visioner Deng Xiaoping

24 Mei 2018 | Dibaca : 393x | Penulis : Maman Soleman

Logam tanah jarang (LTJ) menjadi barang langka yang saat ini diburu negara-negara maju. Hal itu disadari ketika China mulai mengurangi kuota ekspor LTJ ke berbagai negara. China saat ini menguasai 97% pasar mineral yang dibutuhkan untuk membuat berbagai benda berteknologi tinggi (Hi-Tech) di dunia tersebut. Jepang, yang dikenal sebagai negara produsen benda-benda canggih, bergantung hampir 100% pada pasokan LTJ dari China.

Amerika Serikat, yang mengandalkan pasokan komponen-komponen teknologi dari Jepang, akhirnya juga bergantung pada China. Padahal, di antara benda-benda yang membutuhkan mineral itu ialah berbagai peralatan vital militer, mulai dari sonar kapal perang, alat pembidik meriam tank, hingga perangkat pelacak sasaran pada peluru kendali.

Keberhasilan China menguasai pasar LTJ dunia merupakan buah kebijakan visioner mantan pemimpin negara komunis itu, Deng Xiaoping. Pada 1960-an, Deng mengatakan, jika negara-negara Timur Tengah memiliki minyak bumi, China mempunyai LTJ.

LTJ meliputi 17 unsur logam. Sebagai logam transisi, unsur-unsur itu istimewa karena mampu bereaksi dengan unsur-unsur lain untuk menghasilkan sesuatu yang baru, yang tidak bisa dihasilkan tanpa reaksi tersebut. Antara lain, magnet berkekuatan tinggi dan kristal penghasil laser.

Kekuatan magnet dengan campuran samarium atau neodimium bisa 10-20 kali lebih besar jika dibandingkan dengan magnet biasa. Magnet energi tinggi itu merevolusi pembuatan motor listrik yang jauh lebih ringan.

Baterai penyimpan listrik yang bisa diisi ulang, seperti jenis nickel metal hydride (NiMH) yang lazim digunakan pada telepon seluler atau baterai utama mobil hibrida, menggunakan campuran lantanum.

The Economist menyebutkan satu mobil Toyota Prius sedikitnya menggunakan 25 pon (11,33 kilogram) lantanum dalam baterai NiMH-nya.

Fungsinya, yang lebih sebagai bahan campuran atau katalisator, membuat LTJ memang tidak dibutuhkan dalam jumlah banyak. Meski demikian, dengan makin bergantungnya kehidupan manusia akan benda-benda teknologi, kebutuhan dunia akan logam istimewa ini pun semakin besar.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jorge Lorenzo Ungkapkan Salah Satu Faktor Penyebab Kegagalannya di MotoGP 2017.
2 Desember 2017, by Rachmiamy
Pembalap tim Ducati Corse asal Spanyol Jorge Lorenzo mendapat hasil yang kurang memuaskan di MotoGP 2017. Mantan pembalap Movistar Yamaha tersebut hanya mampu ...
Ikuti Aturan Ayurveda Ini Ketika Minum, Agar Kamu Lebih Sehat
15 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ayurveda ini merupakan ilmu kesehatan India Kuno yang berdasar pada alam, organik, dan sederhana. Ayurveda memiliki banyak tips kesehatan yang ...
Tim Pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi Resmi Polisikan Paguyuban Paranormal Ke Bawaslu
1 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Dalam persaingan politik banyak hal yang terjadi. Bahkan tidak jarang di Indonesia terjadi black campaign digunakan sebagai alat untuk mengalahkan lawan ...
Kopi dan Lebah: Model Efek Perubahan Iklim
17 September 2017, by Rindang Riyanti
Produksi kopi di daerah Amerika Latin yang cocok untuk menanam kopi diperkirakan turun 73-88 persen pada tahun 2050. Namun, keragaman spesies lebah dapat ...
Penggunaan AKDR Dikaitkan Dengan Komplikasi Kehamilan yang Lebih Tinggi
10 Januari 2018, by Slesta
Jutaan wanita menggunakan IUD sebagai alat kontrol kelahiran yang aman dan dapat diandalkan. Tetapi sebuah penelitian baru menemukan bahwa dalam kasus yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab