Tutup Iklan
hijab
  
login Register
China Kuasai Bahan Hi-Tech, Hasil Kebijakan Visioner Deng Xiaoping

China Kuasai Bahan Hi-Tech, Hasil Kebijakan Visioner Deng Xiaoping

24 Mei 2018 | Dibaca : 702x | Penulis : Maman Soleman

Logam tanah jarang (LTJ) menjadi barang langka yang saat ini diburu negara-negara maju. Hal itu disadari ketika China mulai mengurangi kuota ekspor LTJ ke berbagai negara. China saat ini menguasai 97% pasar mineral yang dibutuhkan untuk membuat berbagai benda berteknologi tinggi (Hi-Tech) di dunia tersebut. Jepang, yang dikenal sebagai negara produsen benda-benda canggih, bergantung hampir 100% pada pasokan LTJ dari China.

Amerika Serikat, yang mengandalkan pasokan komponen-komponen teknologi dari Jepang, akhirnya juga bergantung pada China. Padahal, di antara benda-benda yang membutuhkan mineral itu ialah berbagai peralatan vital militer, mulai dari sonar kapal perang, alat pembidik meriam tank, hingga perangkat pelacak sasaran pada peluru kendali.

Keberhasilan China menguasai pasar LTJ dunia merupakan buah kebijakan visioner mantan pemimpin negara komunis itu, Deng Xiaoping. Pada 1960-an, Deng mengatakan, jika negara-negara Timur Tengah memiliki minyak bumi, China mempunyai LTJ.

LTJ meliputi 17 unsur logam. Sebagai logam transisi, unsur-unsur itu istimewa karena mampu bereaksi dengan unsur-unsur lain untuk menghasilkan sesuatu yang baru, yang tidak bisa dihasilkan tanpa reaksi tersebut. Antara lain, magnet berkekuatan tinggi dan kristal penghasil laser.

Kekuatan magnet dengan campuran samarium atau neodimium bisa 10-20 kali lebih besar jika dibandingkan dengan magnet biasa. Magnet energi tinggi itu merevolusi pembuatan motor listrik yang jauh lebih ringan.

Baterai penyimpan listrik yang bisa diisi ulang, seperti jenis nickel metal hydride (NiMH) yang lazim digunakan pada telepon seluler atau baterai utama mobil hibrida, menggunakan campuran lantanum.

The Economist menyebutkan satu mobil Toyota Prius sedikitnya menggunakan 25 pon (11,33 kilogram) lantanum dalam baterai NiMH-nya.

Fungsinya, yang lebih sebagai bahan campuran atau katalisator, membuat LTJ memang tidak dibutuhkan dalam jumlah banyak. Meski demikian, dengan makin bergantungnya kehidupan manusia akan benda-benda teknologi, kebutuhan dunia akan logam istimewa ini pun semakin besar.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Mahasiswa Univeritas Brawijaya bikin  Minyak Goreng dari Daun Cengkeh
31 Mei 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Pemakaian minyak goreng sawit di Indonesia pasti selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Ternyata dalam membuat minyak goreng komersil ...
Laboratorium Inggris Tidak Dapat Memverifikasi 'sumber yang tepat' dari Agen Dalam Serangan Skripal
4 April 2018, by Slesta
Ilmuwan Inggris mengatakan Selasa mereka tidak dapat membuktikan apakah Rusia adalah sumber agen syaraf yang digunakan untuk meracuni mantan mata-mata Rusia ...
Amin Rais Ceramah Di Balai Kota, Sandiaga Uno Angkat Bicara Ceramah Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amin Rais saat mengisi Tasyakuran di Balai Kota DKI Jakarta kembali menuai polemik.  Ketika dit
25 April 2018, by oteli w
Sandiaga Uno Angkat Bicara atas   Ceramah Amin Rais di Balai Kota DKI Jakarta Ceramah Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amin Rais saat mengisi ...
Penampakan Misterius Sebuah Objek di Mars
2 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Sebuah foto yang diambil oleh Opportunity rover menunjukkan objek tak dikenal yang tampak di dekatnya. Gambar yang diunggah oleh rover berusia 13 tahun pada ...
Menjelang Lebaran, Harga Daging Tembus Rp 54 Ribu
25 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Seperti biasa, menjelang lebaran nanti sebagian besar harga komoditas pangan mengalami penaikkan secara signifikan. Salah satu komoditas ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab