Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Begini Kronologis Penyerangan Piton Terhadap Salah Seorang Warga Riau

Begini Kronologis Penyerangan Piton Terhadap Salah Seorang Warga Riau

6 Oktober 2017 | Dibaca : 445x | Penulis : Rio Nur Arifin

Dalam banyak kisah manusia melawan ular piton, ular itu hampir selalu menjadi tokoh antagonis yang kejam.

Piton reticulated seperti yang terlibat dalam dua serangan di Indonesia tahun ini termasuk yang terpanjang dan terkuat di dunia. Mereka membunuh dengan melingkari mangsanya dan meremas sampai jantungnya berhenti. Kemudian ular-ular itu menelan korban mereka secara keseluruhan.

Ini adalah kejadian mengerikan. Bahkan ketika hasil akhirnya bukan kematian, serangan tersebut sering menjadi berita utama internasional.

Korban serangan ular terbaru adalah Robert Nababan, menurut Metro. Pada 30 September, dia sedang menuju ke sebuah warung menggunakan motornya setelah bekerja di perkebunan pohon kelapa sawit saat dia menemukan ular python raksasa yang tergeletak di seberang jalan dan mencoba untuk memindahkannya.

"Dia bilang sama kawannya, cepat datang ada ular dan disuruh bawa karung," kata Rista (35), istrinya.

Selang beberapa saat kemudian, temannya datang sembari membawa karung. Robert dan temannya ini memang sudah biasa menangkap ular. Hanya saja, istrinya mengakui, baru kali ini suaminya berhadapan dengan ular piton raksasa.

"Suami awak yang berani pegang kepalanya. Terus dibantu kawannya tadi. Dua orang yang berhenti tadi cuma nengok aja, karena takut," kata Rista menambahkan.

Ketika kepala ular sudah dipegang, Robert berniat untuk memasukannya kedalam karung. Saat itulah piton tersebut melakukan perlawanan. Kepalanya terlepas dari tangan Robert. Secepat kilat ular piton raksasa ini menggigit tangan sebelah kirinya.

Robert menjerit panik, usahanya untuk melepaskan sang ular dari tangannya sia-sia. Dua warga yang sedari tadi hanya melihat pun turut membantu. Kedua warga tadi berusaha memegang tubuh ular itu. Karena saat itu ular sudah berusaha untuk membelit tubuh Robert. Rekannya juga kewalahan memegang badan ular yang mulai berusaha akan membelit. Jika saja tidak dibantu dua warga tadi bisa jadi Robert akan dibelit ular piton tersebut.

"Agak lama juga ular itu baru melepas gigitannya. Adalah mungkin sekitar 10 menit," kata Rista.

Setelah berhasil terlepas, darah segar mengucur dari lengan kiri korban. Kondisi Robert pun tampak lemas. Warga kemudian membawanya ke RSUD di Pematang Rebah, Inhu.

"Sebenarnya mau kami bawa ke Pekanbaru. Tapi suami saya bilang, sudahlah di sini saja. Dia sudah tak sanggup lagi berjalan jauh, karena darah terus keluar," ucap Rista. 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

badan intelejen negara
13 Juni 2017, by Zeal
Badan Intelijen Negara (BIN) membantah menjadi pelaku penyebaran percakapan antara Rizieq Sihab dan Firza Husein. Menurut BIN tidak ada kepentingan bagi ...
6 Mitos Kesehatan yang Tidak Benar
22 Juni 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Mitos sering dipercaya banyak orang secara turun temurun. Mitos dipercaya karena disampaikan dari mulut ke mulut dan dapat berupa nasihat, ...
Tidur Siang Selama 30 Menit dapat Buat Kamu Makin Bahagia
14 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Melepas lelah dengan tidur siang kerap menjadi pilihan untuk melepas penat. Ternyata memang terbukti, hasil studi terbaru di Inggris menyatakan ...
Untuk Pertama Kalinya, Pendapatan Game Mobile Melampaui Konsol dan PC
14 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa mayoritas manusia di bumi ini memiliki ponsel pintar. Dengan data ini, maka tidak heran perusahaan game ...
White Hack Menyelidiki Sistem Angkatan Udara A.S.
13 Agustus 2017, by Slesta
Lebih dari 200 kerentanan terhadap wilayah TI Angkatan Udara A.S. ditemukan oleh hacker white-hat selama periode 24 hari awal tahun ini, Angkatan Udara ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab