Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Begini Kronologis Penyerangan Piton Terhadap Salah Seorang Warga Riau

Begini Kronologis Penyerangan Piton Terhadap Salah Seorang Warga Riau

6 Oktober 2017 | Dibaca : 734x | Penulis : Rio Nur Arifin

Dalam banyak kisah manusia melawan ular piton, ular itu hampir selalu menjadi tokoh antagonis yang kejam.

Piton reticulated seperti yang terlibat dalam dua serangan di Indonesia tahun ini termasuk yang terpanjang dan terkuat di dunia. Mereka membunuh dengan melingkari mangsanya dan meremas sampai jantungnya berhenti. Kemudian ular-ular itu menelan korban mereka secara keseluruhan.

Ini adalah kejadian mengerikan. Bahkan ketika hasil akhirnya bukan kematian, serangan tersebut sering menjadi berita utama internasional.

Korban serangan ular terbaru adalah Robert Nababan, menurut Metro. Pada 30 September, dia sedang menuju ke sebuah warung menggunakan motornya setelah bekerja di perkebunan pohon kelapa sawit saat dia menemukan ular python raksasa yang tergeletak di seberang jalan dan mencoba untuk memindahkannya.

"Dia bilang sama kawannya, cepat datang ada ular dan disuruh bawa karung," kata Rista (35), istrinya.

Selang beberapa saat kemudian, temannya datang sembari membawa karung. Robert dan temannya ini memang sudah biasa menangkap ular. Hanya saja, istrinya mengakui, baru kali ini suaminya berhadapan dengan ular piton raksasa.

"Suami awak yang berani pegang kepalanya. Terus dibantu kawannya tadi. Dua orang yang berhenti tadi cuma nengok aja, karena takut," kata Rista menambahkan.

Ketika kepala ular sudah dipegang, Robert berniat untuk memasukannya kedalam karung. Saat itulah piton tersebut melakukan perlawanan. Kepalanya terlepas dari tangan Robert. Secepat kilat ular piton raksasa ini menggigit tangan sebelah kirinya.

Robert menjerit panik, usahanya untuk melepaskan sang ular dari tangannya sia-sia. Dua warga yang sedari tadi hanya melihat pun turut membantu. Kedua warga tadi berusaha memegang tubuh ular itu. Karena saat itu ular sudah berusaha untuk membelit tubuh Robert. Rekannya juga kewalahan memegang badan ular yang mulai berusaha akan membelit. Jika saja tidak dibantu dua warga tadi bisa jadi Robert akan dibelit ular piton tersebut.

"Agak lama juga ular itu baru melepas gigitannya. Adalah mungkin sekitar 10 menit," kata Rista.

Setelah berhasil terlepas, darah segar mengucur dari lengan kiri korban. Kondisi Robert pun tampak lemas. Warga kemudian membawanya ke RSUD di Pematang Rebah, Inhu.

"Sebenarnya mau kami bawa ke Pekanbaru. Tapi suami saya bilang, sudahlah di sini saja. Dia sudah tak sanggup lagi berjalan jauh, karena darah terus keluar," ucap Rista. 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ilmuwan Menemukan Apa yang Memusnahkan Hiu Mengerikan Ini
7 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Selama beberapa dekade, para ilmuwan hanya dapat berspekulasi tentang apa yang memusnahkan hiu terbesar dalam sejarah (tiga kali ukuran kulit hiu putih hari ...
8 Manfaat Buah Melon Untuk Kesehatan
31 Maret 2018, by oteli w
Berikut adalah berbagai manfaat melon untuk kesehatan tubuh dan untuk menghindari berbagai penyakit yang ada di tubuh kita. 1. Mencegah Serangan ...
Ladies, Siklus Bulananmu Tak Pengaruhi Kerja Otakmu
21 September 2017, by Rindang Riyanti
Banyak wanita mengeluh tentang periode bulanan mereka, hasrat makanan, dan penyimpangan memori selama siklus menstruasi mereka. Sebuah studi baru-baru ini yang ...
Tanggapan Fadlizon Sehubungan Putusan PTUN Menolak Gugatan HTI
8 Mei 2018, by oteli w
Tanggapan Fadlizon Sehubungan Putusan PTUN Menolak Gugatan HTI Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menolak seluruh gugatan hukum Hizbut Tahrir Indonesia ...
Kebiasaan Tidur Yang Buruk Meningkatkan Risiko Obesitas
5 Agustus 2017, by Slesta
Hal lain yang perlu dikhawatirkan saat Anda terbangun di malam hari: Tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas, sebuah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab