Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Begini Kronologis Penyerangan Piton Terhadap Salah Seorang Warga Riau

Begini Kronologis Penyerangan Piton Terhadap Salah Seorang Warga Riau

6 Oktober 2017 | Dibaca : 573x | Penulis : Rio Nur Arifin

Dalam banyak kisah manusia melawan ular piton, ular itu hampir selalu menjadi tokoh antagonis yang kejam.

Piton reticulated seperti yang terlibat dalam dua serangan di Indonesia tahun ini termasuk yang terpanjang dan terkuat di dunia. Mereka membunuh dengan melingkari mangsanya dan meremas sampai jantungnya berhenti. Kemudian ular-ular itu menelan korban mereka secara keseluruhan.

Ini adalah kejadian mengerikan. Bahkan ketika hasil akhirnya bukan kematian, serangan tersebut sering menjadi berita utama internasional.

Korban serangan ular terbaru adalah Robert Nababan, menurut Metro. Pada 30 September, dia sedang menuju ke sebuah warung menggunakan motornya setelah bekerja di perkebunan pohon kelapa sawit saat dia menemukan ular python raksasa yang tergeletak di seberang jalan dan mencoba untuk memindahkannya.

"Dia bilang sama kawannya, cepat datang ada ular dan disuruh bawa karung," kata Rista (35), istrinya.

Selang beberapa saat kemudian, temannya datang sembari membawa karung. Robert dan temannya ini memang sudah biasa menangkap ular. Hanya saja, istrinya mengakui, baru kali ini suaminya berhadapan dengan ular piton raksasa.

"Suami awak yang berani pegang kepalanya. Terus dibantu kawannya tadi. Dua orang yang berhenti tadi cuma nengok aja, karena takut," kata Rista menambahkan.

Ketika kepala ular sudah dipegang, Robert berniat untuk memasukannya kedalam karung. Saat itulah piton tersebut melakukan perlawanan. Kepalanya terlepas dari tangan Robert. Secepat kilat ular piton raksasa ini menggigit tangan sebelah kirinya.

Robert menjerit panik, usahanya untuk melepaskan sang ular dari tangannya sia-sia. Dua warga yang sedari tadi hanya melihat pun turut membantu. Kedua warga tadi berusaha memegang tubuh ular itu. Karena saat itu ular sudah berusaha untuk membelit tubuh Robert. Rekannya juga kewalahan memegang badan ular yang mulai berusaha akan membelit. Jika saja tidak dibantu dua warga tadi bisa jadi Robert akan dibelit ular piton tersebut.

"Agak lama juga ular itu baru melepas gigitannya. Adalah mungkin sekitar 10 menit," kata Rista.

Setelah berhasil terlepas, darah segar mengucur dari lengan kiri korban. Kondisi Robert pun tampak lemas. Warga kemudian membawanya ke RSUD di Pematang Rebah, Inhu.

"Sebenarnya mau kami bawa ke Pekanbaru. Tapi suami saya bilang, sudahlah di sini saja. Dia sudah tak sanggup lagi berjalan jauh, karena darah terus keluar," ucap Rista. 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Bekerja Shift Malam Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Bagi Wanita
9 Januari 2018, by Slesta
Wanita yang melakukan shift malam secara teratur mungkin berisiko lebih besar terhadap sejumlah jenis kanker, demikian hasil penelitian baru. "Studi ...
Cherry Wirawan si Tukang Rias Artis Indonesia
4 November 2017, by Admin
Tampang.com - Keahlian Cherry Wirawan sebagai make up artist dan make up special effect di film-film Tanah Air bermula dari Teater Bulungan. Di awal dekade ...
Iran Mengharapkan Tantangan Produksi Minyak
21 Mei 2018, by Slesta
Mungkin sulit bagi Teheran untuk terus mengejar tolok ukur produksi minyak dalam menghadapi kemungkinan tekanan sanksi, kata menteri perminyakan ...
Inilah 5 Upaya Pria untuk Panjang Umur
13 Juli 2018, by Slesta
Tampang.com – Siapa sangka, usia pria tidak akan melebihi usia perempuan. Berdasarkan data, angka hidup wanita Indonesia 2013 bisa mencapai 72,7 tahun ...
Yakin, Masih Mau Tidur Dengan Lampu Menyala?
8 Januari 2018, by Dika Mustika
Hormon Melatonin, Sang Leader dari Para Hormon ... Hormon adalah zat khusus yang mengkoordinasikan kegiatan sel-sel tertentu dari tubuh. Hormon diproduksi ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab