Tutup Iklan
hijab
  
login Register
industri penerbangan

AS Kembangkan Biofuel untuk Industri Penerbangan

17 September 2017 | Dibaca : 271x | Penulis : Rindang Riyanti

Sebuah Boeing 747 membakar satu galon bahan bakar jet setiap detiknya. Sebuah analisis baru-baru ini dari para periset di University of Illinois memperkirakan bahwa pesawat terbang ini bisa terbang selama 10 jam dengan bahan bakar bio-jet yang diproduksi oleh 54 hektar tebu yang direkayasa secara khusus.

Penelitian menggunakan tanaman yang direkaya sebagai pengganti tebu yang disebut PETROSS ini didanai oleh Advanced Research Projects Agency - Energy (ARPA-E). Para peneliti telah mengembangkan tebu yang memproduksi minyak, yang disebut lipidcane, yang dapat dikonversi menjadi biodiesel atau bahan bakar jet tempat gula yang saat ini digunakan untuk produksi etanol.

Penelitian ini menganalisis kelayakan ekonomi tanaman dengan berbagai tingkat minyak. Lipidcane dengan minyak 5% menghasilkan bahan bakar jet empat kali lebih banyak (1.577 liter atau 416 galon) per hektar daripada kedelai. Tebu dengan minyak 20% menghasilkan bahan bakar jet lebih dari 15 kali lebih banyak (6.307 liter, atau 1.666 galon) per hektar daripada kedelai.

"Tebu PETROSS juga direkayasa untuk menjadi lebih dingin toleran, berpotensi memungkinkannya ditanam di lahan marginal seluas 23 juta hektar di AS tenggara," kata Direktur PETROSS Stephen Long. "Jika semua areal ini digunakan untuk menghasilkan bahan bakar jet terbarukan dari lipidcane, bisa mengganti sekitar 65% konsumsi bahan bakar jet nasional."

Tanaman ini juga menghasilkan produk sampingan yang menguntungkan: Bahan bakar hidrokarbon diproduksi bersamaan dengan bahan bakar bio-jet atau biodiesel yang dapat digunakan untuk memproduksi berbagai bioproduk. Sisa gula (untuk tanaman dengan minyak kurang dari 20%) bisa dijual atau digunakan untuk memproduksi etanol. Selain itu, biorefineries bisa menggunakan ampas tebu lipida untuk menghasilkan uap dan listrik agar bisa mandiri untuk memenuhi kebutuhan energinya dan memberikan kelebihan listrik, memberikan manfaat lingkungan dengan mengganti listrik yang dihasilkan dengan bahan bakar fosil.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pasca Bom di Surabaya, Polda Jabar Siaga Satu
14 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Rentetan aksi terorisme di daerah Jawa Timur membuat keresahan yang cukup besar di masyarakat. Petugas kepolisian dan TNI tidak boleh lengah bersama rakyat ...
blogging
24 Juli 2017, by Gatot Swandito
Banyak yang bilang “Siapa Lo, Lo kan Cuma bisa nulis doang. Di blog pulak”. Bagi yang baru menekuni aktivitas tulis-menulis artikel, khususnya yang ...
Mau Sukses? Ikuti 5 Kebiasaan ini di Malam Hari
30 April 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Malam hari umumnya digunakan untuk istirahat setelah seharian beraktivitas. Namun tidak semua orang menggunakan waktu malam hari untuk istirahat, ...
Anjing Penyelamat ini Bekerja Keras Setelah Gempa di Meksiko
23 September 2017, by Rachmiamy
Anjing Labrador retriever yang cantik membantu pencarian Angkatan Laut Meksiko untuk menemukan korban selamat di bawah puing- puing bangunan. Dilansir ...
Lorenzo Tampil Belum Baik, Abraham: Dovizioso Juga Begitu Pada Awalnya
24 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu mantan juara MotoGP yang kini bergabung dalam Tim Ducati Jorge Lorenzo hingga kini belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Pembalap ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab