Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
8 Cara Jenius untuk Mendidik Anak Agar Tidak Kecanduan Gadget

8 Cara Jenius untuk Mendidik Anak Agar Tidak Kecanduan Gadget

18 September 2017 | Dibaca : 2333x | Penulis : Rindang Riyanti

Anak-anak modern menjadi terbiasa dengan komputer, smartphone, dan tablet pada usia sangat dini. Tren ini menjadi perhatian orang tua, dokter anak, dan psikolog yang membicarakan kemungkinan konsekuensi negatif penggunaan perangkat yang berlebihan. Bagaimana kita bisa melindungi anak-anak kita?

Berikut 8 prinsip dasar interaksi sehat dengan perangkat digital, baik untuk anak-anak Anda maupun untuk Anda.

8. Tentukan waktu maksimum yang diperbolehkan untuk dihabiskan bersama perangkat Anda.

Waktu yang dapat dihabiskan seorang anak untuk menonton TV atau menggunakan perangkat digital bergantung pada usianya. Akademi Pediatrik Amerika memberikan rekomendasi berikut ini:

Dari lahir sampai 18 bulan: tidak ada layar gadget, termasuk TV. Satu-satunya pengecualian adalah sesi Skype dengan nenek tercinta dan kerabat lainnya.

Dari 2 sampai 5 tahun: waktu yang dihabiskan dengan gadget per hari seharusnya tidak lebih dari 1 jam. Jam ini mencakup segalanya: smartphone, TV, tablet, dan komputer.

Untuk anak-anak yang berusia di atas 6 tahun, ada baiknya menetapkan batasan waktu untuk perangkat digital (kebanyakan spesialis mengatakan maksimal 2 jam per hari). Penting untuk memastikan bahwa gadget tidak menyita waktu untuk tidur, aktivitas fisik, atau aktivitas lain yang diperlukan untuk perkembangan anak Anda yang sehat.

7. Jangan hanya melarang, tapi sarankan pilihan lain.

Mengambil smartphone / tablet / laptop dan mengatakan "pergi melakukan sesuatu yang lain" adalah cara langsung menuju konflik. Kita perlu menawarkan kegiatan menarik yang menarik: olahraga, hiking, menggambar, membaca, memancing bersama ayah, semua tergantung pada usia dan preferensi anak Anda.

6. Berikan teladan

Anak-anak meniru perilaku orang tua mereka. Jika ibu sedang membaca buku, kemungkinan anak tersebut juga menginginkan buku akan jauh lebih tinggi dibandingkan jika ibu menghabiskan sebagian besar waktunya dengan ponselnya.

Pertimbangkan kembali hubungan Anda dengan gadget. Berapa banyak waktu yang Anda habiskan dengan mereka? Seberapa sering Anda memeriksa e-mail, chat, atau update? Apakah Anda memiliki hari bebas dari Internet dan perangkat digital?

5. Jadilah perantara dan panduan untuk berkomunikasi dengan dunia digital.

Tunjukkan kepada anak Anda bahwa internet dan perangkat digital bukan hanya hiburan tapi juga sumber informasi dan gudang pengetahuan. Dorong anak untuk mengeksplorasi dan mengajukan pertanyaan. Bersiaplah untuk menanggapi dan berbagi pengalaman Anda.

4. Perhatikan kualitas konten yang diminati anak.

Sampai umur 9 tahun, akses anak ke Internet harus dikendalikan oleh orang tuanya. Lebih baik mengutamakan program dan situs pendidikan yang membantu anak mengembangkan keterampilan yang berbeda.

Anda harus melihat ke dalam fungsi "kontrol orang tua", yang membatasi situs yang tersedia untuk anak Anda.

3. Identifikasi area yang akan terbebas dari internet dan perangkat digital.

Pilih ruang tertentu (kamar tidur, kamar anak) dan waktu (makan malam keluarga, waktu dengan alam) yang akan selalu terbebas dari internet dan perangkat digital. Jangan menaruh komputer di kamar anak anda. Biarkan dia tahu bahwa seseorang seharusnya tidak membawa tablet atau smartphone ke kamar tidur atau meja makan.

Dokter anak juga merekomendasikan agar tidak menggunakan perangkat digital satu jam sebelum tidur.

2. Bantu anak Anda memahami prinsip komunikasi internet dan hindari kemungkinan kesalahan.

Lebih baik bagi anak Anda untuk tidak berada di jaringan sosial sampai ia berusia minimal 12. Untuk remaja, penting untuk menggunakan jejaring sosial karena ini adalah periode ketika dia belajar untuk memahami dirinya sendiri dan untuk menampilkan dirinya kepada orang lain.

Penting untuk dekat dan membantu remaja Anda lebih memahami asas kehidupan online. Namun, jangan berteman dengan anak Anda di jejaring sosial dan jelas jangan berkomentar mengenai posting dan gambar mereka - ingat hak anak Anda terhadap ruang pribadi.

1. Peringatkan anak Anda tentang risikonya.

Setelah Anda membiarkan anak Anda berselancar di Internet tanpa pengawasan Anda, dia perlu mengetahui tentang bahaya yang mungkin terjadi di Internet. Penting untuk dijelaskan:

bagaimana menanggapi bullying Internet;

bagaimana dan mengapa menyesuaikan pengaturan privasi;

konsekuensi berbahaya dari akses terbuka terhadap informasi pribadi;

men-download materi dan plagiarisme

Beri tahu anak Anda bahwa semua yang kita publikasikan di Internet masuk ke ranah publik dan tetap ada selamanya. Semua yang kita temukan harus dipilah dengan hati-hati. Akhirnya, biarkan anak Anda tahu bahwa dia selalu dapat menoleh kepada Anda jika terjadi masalah tanpa takut dicela.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tangkal Aksi Genk Motor, Polres Jaktim Bentuk Satgas Gerak Cepat
28 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Aksi brutal yang dilakukan anggota genk motor yang meresahkan masyarakat akhir-akhir ini, membuat Kapolresta Jakarta Timur, Kombespol Andry Wibowo membentuk ...
KPU Sumsel Berharap Tingkat Partisipasi Pemilih di Pilkada Sumsel Bisa Melebihi Tingkat Persentase Nasional
20 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan sedang gencar dalam melakukan sosialisasi kepada pemilih pemula untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih pada ...
Google Terapkan Aturan Baru Soal Konten Video di Youtube Khususnya Konten-Konten Sensitif
26 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk pantau video-video yang berbau ekstrimis dan politik yang berbau SARA, akhirnya Google buat peraturan baru pada platform ...
Trik Menghadapi Atasan yang Cerewet Ketika Berbicara
25 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Saat Anda terjun dalam dunia kerja, Anda akan bertemu dengan berbagai karakter rekan kerja yang berbeda-beda, baik atasan, bawahan, maupun sesama rekan kerja. ...
7 Tips Move On Ketika Mengalami Putus Cinta
20 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Cinta merupakan suatu hal yang pasti dimiliki oleh setiap orang, bahkan semua orang di dunia ini hidup atas dasar cinta, baik itu di lingkungan keluarga, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab