Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
6 Tips Agar Terhindar Dari Kecurangan Saat Isi Bahan Bakar di SPBU

6 Tips Agar Terhindar Dari Kecurangan Saat Isi Bahan Bakar di SPBU

31 Maret 2018 | Dibaca : 730x | Penulis : oteli w

Bukan sekali dua kali terjadi kecurangan di SPBU di Indonesia. walaupun dari pihak perusahaan sering mengklaim tidak bahwa tidak terjadi kecurangan saat pengisian bahan bakar di SPBU. Namun, pada kenyataannya ada saja masyarakat yang merasa dicurangi saat mengisi bahan bakar di SPBU. Lepas dari semua itu, sebagai masyarakat yang peduli pada diri sendiri dan juga orang lain, coba tips berikut agar tidak dicurangi saat melakukan pengisian bahan bakar di SPBU.
1. Cek meteran awal

Meterannya harus angka nol!  Dulu banget, di tahun 1990an, sebelum ada pembenahan besar-besaran hingga terlahir slogan “pasti pas,” petugas SPBU sering banget mengisi tangki pelanggan dengan meteran yang gak dimulai dari nol. Meski trik curang itu jarang dilakuin, gak ada salahnya kamu tetep memeriksa angka meteran di pom. Kalo bukan nol, ngomel aja.

2. Cek meteran akhir

Kalo meteran akhirnya kayak gini, jangan mau kalo diminta bayar 120 ribu.  Jangan lupa juga cek metaran pom setelah mengisi bensin, terutama saat ngisi dengan request “full tank.” Kalo gak konsen, petugas bisa aja bertindak curang dengan nge-mark up meteran. Harga yang harusnya cuma Rp 12.345 bisa aja dibuletin jadi Rp 15.000 rupiah.

3. Waspadai pengisian manual

Harusnya sih, nozzle (ujung selang tempat keluarnya bensin yang bentuknya kayak pistol) jaman sekarang bisa dioperasikan otomatis. Ketika bensinnya udah penuh, nozzle bakal secara otomatis berhenti ngeluarin bensin. Nah, waspadai nih petugas-petugas yang masih pakai nozzle manual karena bisa aja tangan doi memberhentikan pengisian bensin sebelum waktunya.

4. Minta struk

Biasain minta bukti pembayaran meski gak ditawarin operatornya. Soalnya, semua keterangan jumlah pengisian bensin, harga asli, uang yang dibayarkan, bahkan kembalian yang harus dikeluarin SPBU bakal tertera di situ. Coba periksa dulu. Kalo ada kecurangan, jangan lupa ngomel.

5. Ikutin sopir angkutan umum

Sekarang, saatnya memanfaatkan street knowledge para sopir angkutan umum. Berkat pengalamannya, mereka pada tau SPBU mana yang suka cuan dan SPBU mana yang jujur luar biasa. Kalo kamu ngeliat ada pom bensin yang ramai dikunjungi angkutan umum, berarti SPBU itulah yang terbaik di lingkungannya.

6. Kalo ngisi di SPBU Pertamina, pilih pom bensin pemerintah

Cek angka kedua di nomor kode SPBU Pertamina. Penjelasan gampangnya gini, angka satu menunjukkan itu pom bensin milik pemerintah sementara angka empat menunjukkan itu milik swasta. Berdasarkan kecurangan heboh tahun 2016 dan yang terjadi 2017, pombensin milik swasta lebih sering curang.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Apakah Kamu Suka Multitasking? Ketahui Fakta Ini
16 September 2017, by Rindang Riyanti
Ketika Anda tumbuh dewasa, Anda mendengar hal-hal seperti "Gadis lebih baik dalam multi-tasking. Mereka bisa berjalan, bicara, mengunyah permenkaret pada ...
Bandara Kertajati Resmi Beroperasi
26 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang berlokasi di Majalengka telah resmi beroperasi. Bandara yang telah rampung ini ...
Tangis Haru Idul Fitri Prajurit TNI yang ditugaskan di Sudan
27 Juni 2017, by Zeal
Momentum Idul Fitri menjadi momentum untuk bertemu dan berkumpul bersama seluruh keluarga. Namun, hal tersebut suatu pengecualian bagi prajurit TNI yang ...
Kunjungan Presiden Jokowi ke Afghanistan Cukup Menegangkan
30 Januari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Presiden Joko Widodo melakukan perjalanan kunjungan untuk keliling Asia Selatan pada tanggal 29 Januari 2018 kemarin. Adapun negara-negara yang dikunjungi oleh ...
Wali Kota Malang : Tempat Hiburan Malam harus Tutup Selama Puasa
21 Mei 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com.Malang- Sepekan jelang puasa, Wali Kota malang, M.Anton menegaskan bahwa pemerintah Kota Malang akan melarang semua tempat hiburan malam beroperasi ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab