Pada paruh pertama tahun ini, jumlah transaksi kartu asing melalui platform pembayaran seluler meningkat 6,65 kali lipat dari tahun lalu menjadi hampir 37,4 juta, dan total volume transaksi meningkat 8,03 kali lipat menjadi 5,42 miliar yuan (1 yuan = Rp2.247), menurut data dari lembaga kliring pembayaran daring China, NetsUnion Clearing Corporation.
Platform pembayaran utama telah dipandu oleh bank sentral China untuk menaikkan batas transaksi tunggal bagi wisatawan luar negeri yang menggunakan pembayaran seluler dari 1.000 dolar AS (1 dolar AS = Rp16.341) menjadi 5.000 dolar AS, dan meningkatkan batas transaksi kumulatif tahunan dari 10.000 dolar AS menjadi 50.000 dolar AS. Langkah ini mempermudah pengunjung asing untuk melakukan transaksi lebih besar dan lebih sering saat berada di China.
Saat ini, semakin banyak pengunjung asing yang menikmati pengalaman menjelajahi China menggunakan ponsel. Survei terbaru yang dilakukan oleh Universitas Kajian Luar Negeri Beijing terhadap 714 wisatawan asing dari 103 negara menemukan bahwa 86 persen responden yang pernah mengunjungi China meyakini pengalaman pembayaran menjadi lebih nyaman. Mayoritas dari mereka telah menggunakan pembayaran seluler.
Dari kawasan komersial dekat Monumen Jiefang di "kota pegunungan" Chongqing hingga Jalan Chunxi yang ramai di Chengdu, Isaac menggunakan ponselnya untuk membayar semua yang dia butuhkan, seperti makanan, minuman, akomodasi, dan tiket. Mahasiswa asal Singapura itu mengaku terkejut dapat menggunakan dompet digital dari Singapura untuk membayar tiket kereta cepat dan kereta bawah tanah di China.