Keputusan untuk keluar dari wahana antariksa adalah langkah yang sangat berisiko. Ruang angkasa tidak hanya gelap dan dingin, tetapi juga penuh dengan ancaman seperti radiasi matahari dan fenomena luar angkasa lainnya yang dapat membahayakan nyawa. Kendati demikian, misi tetap harus dilaksanakan, dan itulah yang menjadi tugas Dale Gardner dan Joseph Allen.
Setelah melakukan persiapan yang matang, keduanya keluar ke ruang angkasa, memasuki keadaan tanpa gravitasi yang menjadi ciri khas eksplorasi antariksa. NASA mengungkapkan bahwa Allen adalah astronaut pertama yang melangkah keluar dari wahana. Dengan terampil, ia menggunakan pengait untuk menjaga dirinya tetap terhubung dengan wahana selama melakukan perjalanan menuju satelit Palapa yang berada jauh di luar.
Saat akhirnya Allen tiba di lokasi satelit, tantangan selanjutnya muncul. Allen harus mengaitkan kabel yang terhubung dengan wahana dan memastikan bahwa satelit tersebut tidak bergerak ke arah yang tidak diinginkan. Di atas wahana, Gardner menantikan dengan penuh antisipasi, bertugas memastikan bahwa Palapa terkunci dengan aman dan bisa berada di ruang muatan yang telah disiapkan.
Proses penangkapan satelit ini tidak hanya memerlukan keahlian dan ketepatan, tetapi juga komunikasi dan koordinasi yang sangat baik antara Allen, Gardner, dan seorang astronaut ketiga yang tetap berada di dalam wahana. Setiap detik sangat berharga, dan mereka harus bekerja cepat untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Setelah perjuangan selama 5 jam 42 menit di luar angkasa, para astronaut berhasil menyelesaikan misi tersebut. Mereka mengembalikan satelit Palapa ke jalur yang benar tanpa mengalami insiden yang berarti. Keberhasilan ini menjadi sebuah langkah penting tidak hanya untuk misi tersebut, tetapi juga untuk pengembangan teknologi komunikasi di Indonesia.