Gerakan boikot terhadap Tesla, yang dipimpin oleh Elon Musk, semakin meluas dan menjadi sorotan utama di berbagai negara bagian di Amerika Serikat. Dalam beberapa pekan terakhir, showroom Tesla menjadi sasaran demonstrasi yang dihadiri oleh ratusan orang. Tindakan ini, yang awalnya hanya dilakukan oleh sekelompok kecil orang, kini berkembang menjadi gelombang protes yang terorganisir di bawah gerakan yang disebut "Tesla Takedown".
Salah satu faktor utama yang memicu boikot ini adalah pemangkasan besar-besaran anggaran pemerintah yang dilakukan Lembaga Efisiensi Pemerintah (DOGE) di bawah kepemimpinan Musk. Banyak kritik yang mengarah pada tindakan tersebut, dengan beberapa tokoh publik menganggap bahwa keputusan tersebut berpotensi merugikan banyak pegawai negeri. DOGE dikabarkan telah memecat ribuan pegawai negeri federal dan berencana memangkas hampir 20% dari tenaga kerjanya pada 15 Mei mendatang. Dampak dari pengurangan ini diyakini dapat memengaruhi standar hidup jutaan warga.
Tak hanya itu, beberapa pelaku politik menyudutkan Musk setelah aksi kontroversial yang ditunjukkan pada pelantikan Presiden Donald Trump, di mana pose yang ditampilkannya dianggap menyerupai simbol 'salute' Nazi. Dukungan Musk terhadap partai sayap kanan di Jerman dan tuduhan tak berdasar yang dilontarkannya terhadap politisi Inggris semakin memperparah citranya di mata publik. Tindakan-tindakannya tersebut memicu kemarahan banyak orang, dan menimbulkan protes besar-besaran.
Menurut informasi dari situs resmi "Tesla Takedown", lebih dari 80 demonstrasi telah dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan terakhir dan lebih dari 70 acara serupa direncanakan hingga akhir bulan April. Para demonstran diimbau untuk menjual kendaraan Tesla mereka, membuang saham, dan bergabung dalam gerakan ini sebagai bentuk respons terhadap kepemimpinan Musk yang dianggap otoriter. Salah satu tempat demonstrasi yang menarik perhatian adalah area pinggiran kota Boston, Dedham, di mana sekitar 100 orang berkumpul di showroom Tesla. Ini juga terjadi di West Chester, pinggiran Philadelphia, yang tercatat memiliki jumlah demonstran serupa.