Sinopsis dari film ini dimulai dengan pasangan calon suami istri, Salim (diperankan oleh Morgan Oey) dan Tasya (Zulfa Maharani), yang baru menjalani acara Sangjit, sebuah tradisi tunangan dalam budaya Tionghoa. Setelah acara tersebut, Salim menerima kabar buruk yang memaksanya untuk kembali ke rumah kakek dan neneknya di Jawa Tengah. Rencana awal mereka untuk melakukan sesi foto prewedding di luar negeri terpaksa dibatalkan dan dialihkan ke rumah kakeknya.
Ketika Tasya dan Febri, ketua tim photoshoot, datang untuk menyusul Salim, mereka mulai merasakan ada kejanggalan di rumah tersebut. Secara mengejutkan, muncul sosok arwah perempuan berpakaian pengantin Tionghoa yang memunculkan ketegangan dan misteri. Arwah tersebut tampaknya sedang mencari sesuatu yang berkaitan dengan Salim dan Tasya.
Maka, Salim, Tasya, dan tim photoshoot mereka bertekad untuk mengungkap semua misteri kelam yang melibatkan keluarga dan leluhur Salim sebelum keadaan menjadi semakin buruk.
Beralih ke fakta-fakta menarik mengenai film "Pernikahan Arwah", yang pertama adalah film ini mengangkat tradisi kuno Tionghoa yang dikenal sebagai Minghun. Tradisi ini melibatkan pernikahan antara dua orang yang telah meninggal, atau pun antara yang hidup dan yang sudah tiada. Tujuannya adalah untuk menghormati leluhur dan menghindari berbagai kesialan di dunia nyata.