Keenam, hindari rasa terburu-buru. Shalat yang dilakukan dengan tergesa-gesa seringkali membuat kita tidak bisa khusyuk. Luangkan waktu yang cukup untuk setiap gerakan dan bacaan shalat. Rasakan setiap momen dalam shalat sebagai waktu khusus untuk berkomunikasi dengan Allah.
Ketujuh, evaluasi diri setelah shalat. Setelah selesai shalat, renungkan apakah kita sudah bisa khusyuk atau masih ada hal-hal yang mengganggu. Dengan mengevaluasi diri, kita bisa mengetahui kekurangan dan berusaha memperbaikinya di shalat berikutnya.
Meningkatkan khusyuk dalam shalat memang membutuhkan usaha dan latihan yang konsisten. Namun, dengan niat yang tulus dan tekad yang kuat, kita bisa mencapai kekhusyukan yang membuat ibadah shalat lebih bermakna. Shalat yang khusyuk tidak hanya memenuhi kewajiban, tetapi juga memberikan ketenangan dan kedekatan dengan Allah.