Sementara itu, pihak Kementerian Pertahanan melalui juru bicara resminya menyatakan bahwa meskipun Deddy menolak gaji, tugas dan tanggung jawabnya tetap sama seperti staf khusus lainnya.
"Beliau tetap memiliki peran penting dalam membantu Kemenhan, terutama dalam komunikasi publik. Kami menghormati keputusannya untuk tidak mengambil gaji dan fasilitas," ujar juru bicara Kemenhan.
Dengan keputusannya ini, Deddy Corbuzier menunjukkan bahwa jabatan publik tidak selalu tentang keuntungan materi, melainkan juga tentang kontribusi nyata bagi negara. Kini, masyarakat menantikan bagaimana peran Deddy dalam memperkuat komunikasi strategis Kemenhan di era digital.