Menurut Alex Skeels, seorang ahli biologi evolusi di Universitas Nasional Australia, "Ketika Australia menjauh dari Antartika, itu membuka area laut dalam yang mengelilingi Antartika yang sekarang menjadi tempat Arus Sirkumpolar Antartika (ACC) berada." Arus Sirkumpolar Antartika (ACC) merupakan arus laut terbesar di dunia yang memiliki peran penting dalam mengatur iklim global.
Model tersebut berhasil mengungkapkan bahwa perubahan iklim tidak berdampak pada semua spesies. Hal ini terutama terjadi akibat perbedaan musim di wilayah Indonesia dan Australia. Misalnya, iklim di Semenanjung Asia Tenggara dan Indonesia lebih hangat dan basah, sementara Australia memiliki musim dingin dan kering.
Perbedaan iklim tersebut mempengaruhi kemampuan adaptasi setiap makhluk hidup di wilayah tersebut. Spesies flora dan fauna di Asia mampu beradaptasi dengan iklim hangat dan basah di Indonesia, sehingga dapat menyeberangi garis Wallace dan bermigrasi ke zona Australia. Namun, hal ini tidak berlaku sebaliknya, spesies yang hidup di benua Australia jauh lebih sulit untuk beradaptasi dan menyeberangi garis Wallace.
Misteri terkait dengan kemampuan berpindahnya spesies dari satu zona ke zona lainnya di Indonesia menjadi topik studi yang menarik bagi para peneliti di bidang ekologi dan evolusi. Fenomena ini juga mempertegas peran penting Garis Wallace dalam membatasi penyebaran spesies di wilayah Indonesia. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran spesies, diharapkan dapat memberikan pandangan yang lebih komprehensif terkait ekosistem di Indonesia.