Teknologi modern juga memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan alat-alat seperti asisten virtual dan chatbot untuk **belajar bahasa**. Misalnya, Google Assistant atau Amazon Alexa dapat digunakan untuk berlatih percakapan dalam bahasa target. Dengan bantuan AI, alat ini dapat memberikan umpan balik instan terkait pelafalan dan tata bahasa, sehingga pengguna dapat memperbaiki kesalahan mereka secara real-time. Selain itu, chatbot yang dirancang khusus untuk pembelajaran bahasa dapat menjadi teman latihan yang selalu siap membantu kapan pun dibutuhkan.
Metode pembelajaran bahasa yang lebih modern juga mencakup penggunaan media sosial dan platform video seperti YouTube. Banyak penutur asli dan ahli bahasa yang membagikan konten edukatif secara gratis, mulai dari tutorial tata bahasa hingga tips percakapan sehari-hari. Dengan menonton video atau mengikuti akun-akun tersebut, pelajar dapat memperluas kosakata dan memahami konteks penggunaan bahasa dalam situasi nyata. Selain itu, media sosial juga memungkinkan pelajar untuk terhubung dengan komunitas internasional, sehingga mereka dapat berlatih langsung dengan penutur asli.
Virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) adalah contoh lain dari teknologi yang mulai digunakan dalam belajar bahasa. Dengan VR, pengguna dapat "berada" di lingkungan yang menyerupai negara tempat bahasa target digunakan. Hal ini memungkinkan pelajar untuk berlatih percakapan dalam situasi yang realistis, seperti memesan makanan di restoran atau bertanya arah di jalan. Sementara itu, AR dapat digunakan untuk menampilkan informasi tambahan, seperti terjemahan atau penjelasan tata bahasa, saat pengguna melihat objek tertentu melalui perangkat mereka.