Beberapa arsitek juga menggunakan pintu tinggi untuk membuat ilusi optik. Pintu yang menjulang dapat membuat langit-langit interior terlihat lebih tinggi dan ruangan terasa lebih luas dan terbuka, menambah kesan keagungan dan kemewahan. Ini adalah trik arsitektural cerdas yang sudah digunakan sejak zaman kuno untuk memanipulasi persepsi ruang.
Menggabungkan Estetika dan Ketahanan
Aspek lain yang tidak bisa diabaikan adalah estetika dan ketahanan struktural. Pintu-pintu tinggi seringkali dibuat dari bahan-bahan yang sangat kuat dan tebal, seperti kayu jati, perunggu, atau besi. Ini bukan hanya untuk menunjukkan kemewahan, tetapi juga untuk memberikan keamanan. Pintu yang masif akan lebih sulit dihancurkan oleh musuh atau perampok.
Pintu tinggi seringkali menjadi kanvas untuk karya seni yang rumit. Ukiran detail, relief, atau ornamen yang dibuat pada pintu-pintu ini seringkali menceritakan kisah-kisah mitologi, sejarah, atau keyakinan agama. Contohnya, pada kuil-kuil di Asia, pintu sering dihiasi dengan ukiran dewa-dewi atau makhluk mitologis. Di Eropa, pintu katedral dihiasi dengan adegan-adegan dari Alkitab. Pintu-pintu ini bukan hanya pintu masuk, tetapi juga karya seni yang menceritakan sebuah narasi.