Tampang

Asal Usul Simbol Merpati Putih sebagai Lambang Perdamaian

29 Agu 2025 07:43 wib. 49
0 0
Merpati
Sumber foto: Canva

Kisah Bahtera Nuh: Poin Paling Krusial

Titik balik terpenting yang benar-benar mengokohkan merpati sebagai simbol perdamaian berasal dari kisah Bahtera Nuh yang tercatat dalam kitab suci agama-agama Abrahamik, termasuk Yudaisme, Kristen, dan Islam. Menurut kisah tersebut, setelah banjir besar yang menghancurkan dunia, Nuh melepaskan burung gagak dan kemudian seekor merpati untuk mencari tahu apakah air sudah surut. Burung gagak kembali tanpa membawa apa-apa, menunjukkan bahwa daratan masih tertutup air. Namun, pada percobaan kedua, merpati kembali dengan membawa sehelai daun zaitun di paruhnya.

Daun zaitun ini menjadi bukti bahwa air sudah surut dan kehidupan bisa dimulai kembali di daratan. Bagi Nuh dan umat manusia, kedatangan merpati dengan daun zaitun itu adalah tanda harapan, keselamatan, dan akhir dari bencana. Ini adalah kabar baik yang menandakan perdamaian antara manusia dan alam. Sejak saat itu, merpati, khususnya yang berwarna putih, menjadi simbol kuat dari harapan dan datangnya masa damai setelah kekacauan dan konflik. Daun zaitun juga menjadi simbol tersendiri, kerap digabungkan dengan merpati untuk memperkuat makna tersebut.

Merpati dalam Simbolisme Kristiani

Dalam tradisi Kristen, merpati putih memiliki makna yang sangat sakral. Ia melambangkan Roh Kudus, kekuatan ilahi yang membawa kedamaian dan anugerah. Simbolisme ini terutama muncul dalam kisah pembaptisan Yesus. Diceritakan bahwa saat Yesus dibaptis, Roh Kudus turun dalam rupa seekor merpati dan hinggap di atasnya. Momen ini memperkuat asosiasi merpati dengan kedamaian, anugerah, dan keberadaan ilahi.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?