Dengan teknologi LiDAR yang semakin terjangkau, tidak menutup kemungkinan sistem ini juga akan dibawa ke versi ekspor mobil-mobil ini—walaupun regulasi di luar China terhadap fitur semacam ini bisa berbeda tergantung masing-masing negara. Ini berarti konsumen global berpotensi mendapatkan fitur ADAS canggih di mobil listrik yang masih relatif murah.
Tantangan dan Harapan
Walaupun teknologi LiDAR dan sistem ADAS semakin maju, masih ada tantangan dalam penerapannya. Misalnya, regulasi di beberapa negara mensyaratkan pengawasan pengemudi meskipun kendaraan punya fitur semi-otonom, dan sistem semacam ini belum benar-benar menggantikan manusia saat berkendara. Namun kemajuan seperti ini jelas menunjukkan bahwa era mobil yang lebih ‘cerdas’ bukan lagi hanya milik mobil-mobil mewah.
Dengan strategi ini, BYD bukan hanya memperluas penggunaan teknologi canggih di kendaraan listriknya, tapi juga mendorong standar yang lebih tinggi untuk industri otomotif secara keseluruhan—bahwa fitur keselamatan dan bantuan mengemudi tingkat lanjut tidak harus mahal atau eksklusif.
Singkatnya, langkah BYD menghadirkan LiDAR di mobil listrik murah seperti Seagull dan Dolphin bisa menjadi game-changer di pasar EV global dan menandai masa depan kendaraan pintar yang lebih inklusif serta terjangkau