Selain itu, Kesbangpol juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kewaspadaan nasional di daerah. Fungsi ini diwujudkan melalui pemantauan terhadap berbagai isu strategis yang dapat mempengaruhi keamanan dan ketertiban umum, seperti penyebaran paham radikalisme, konflik horizontal, hingga ancaman disintegrasi bangsa. Dengan melakukan pemetaan potensi ancaman dan menjalin koordinasi lintas sektor, Kesbangpol membantu pemerintah daerah dalam mengambil langkah-langkah preventif yang tepat dan terukur.
Dalam ranah politik dalam negeri, Kesbangpol berperan sebagai fasilitator dan pengawas dinamika politik agar tetap berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi dan peraturan perundang-undangan. Kesbangpol melakukan pembinaan terhadap partai politik, memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, serta memfasilitasi berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan partisipasi politik yang sehat dan bertanggung jawab. Dengan demikian, iklim politik di daerah diharapkan tetap stabil dan kondusif, terutama menjelang maupun setelah pelaksanaan pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah.
Kesbangpol juga memiliki fungsi pembinaan dan fasilitasi terhadap organisasi kemasyarakatan. Organisasi masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah. Namun, keberadaannya perlu diarahkan agar tetap sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan tidak menimbulkan gesekan sosial. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Kesbangpol memastikan bahwa organisasi kemasyarakatan dapat berkontribusi positif bagi pembangunan dan menjaga ketertiban umum.
Tidak kalah penting, Kesbangpol turut berperan dalam menjaga kerukunan umat beragama. Kerukunan beragama merupakan pondasi utama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. Kesbangpol bekerja sama dengan tokoh agama, forum kerukunan umat beragama, serta instansi terkait lainnya untuk mencegah konflik berlatar belakang agama dan mendorong dialog yang konstruktif antarumat beragama. Upaya ini sangat krusial dalam menjaga stabilitas sosial di daerah.