Pada tahun 2006, Pangandaran pernah dilanda bencana gempa bumi dan tsunami yang menimbulkan kerusakan besar. Dengan adanya gempa bumi pada tahun 2024 ini, perlu adanya kewaspadaan lebih dari pemerintah setempat maupun masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kerusakan di wilayah tersebut.
Dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi tidak hanya terbatas pada kerusakan fisik, namun juga dapat berdampak pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat setempat. Oleh karena itu, langkah-langkah mitigasi bencana perlu ditingkatkan, termasuk peningkatan kapasitas tanggap darurat masyarakat, pengkajian ulang tata ruang wilayah, hingga pembangunan infrastruktur yang tahan gempa.
Penting untuk selalu mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana gempa bumi. Pendidikan dan pengetahuan tentang penanganan gempa perlu ditingkatkan, tidak hanya bagi masyarakat umum tetapi juga bagi pihak-pihak terkait seperti pemerintah daerah, relawan, dan lembaga kemanusiaan.
Dalam situasi ini, kepatuhan terhadap protokol keselamatan saat terjadinya gempa bumi, seperti berlindung di tempat yang aman dan mematikan sumber api, perlu menjadi prioritas utama. Selain itu, menyusun rencana darurat keluarga dan mempersiapkan perlengkapan pertolongan pertama juga merupakan langkah penting untuk mengurangi dampak buruk akibat gempa bumi.