Saat melihat bendera-bendera negara di dunia, mayoritas pasti berbentuk persegi panjang. Dari Amerika Serikat, Jepang, hingga Indonesia, semuanya mengikuti format standar itu. Ada satu bendera yang menonjol dengan keunikannya: bendera Swiss. Dengan latar belakang merah cerah dan salib putih di tengahnya, bendera ini menarik perhatian bukan hanya karena desainnya yang sederhana, tapi juga karena bentuknya yang sempurna persegi atau kotak. Di balik bentuknya yang berbeda, ternyata ada sejarah panjang yang membuatnya unik.
Sejarah Awal dan Simbolisme
Untuk memahami mengapa bendera Swiss berbentuk kotak, kita harus kembali ke abad pertengahan. Salib putih yang menjadi ikon bendera ini sudah digunakan sebagai simbol konfederasi Swiss sejak abad ke-14. Awalnya, salib ini bukanlah bendera itu sendiri, melainkan simbol militer yang digunakan oleh tentara Swiss. Mereka menjahit salib putih di seragam mereka sebagai tanda pengenal saat berperang melawan musuh. Ini membedakan mereka dari tentara lain dan melambangkan kesatuan para kanton (wilayah otonom) yang membentuk konfederasi.
Pada awalnya, salib putih ini diterapkan pada berbagai latar belakang dan bentuk, termasuk bendera segitiga yang digunakan di beberapa kanton. Namun, bentuk persegi perlahan-lahan mulai dominan. Salib putih itu sendiri melambangkan kekristenan dan perdamaian. Swiss, yang dikenal dengan kebijakan netralitasnya, melihat salib ini sebagai simbol komitmen mereka terhadap perdamaian dan kemanusiaan.