"Dalam waktu 45 menit, saya ketemu di sana sembuh, ketawa-ketawa," ujar Hendro.
Berikutnya, beberapa pejabat teras istana pun silih berganti berobat ke Dokter Terawan. Hendro lanjutnya, mengatakan dalam sehari pasien yang ditemui oleh Dokter Terawan mencapai 20 orang.
Hendro mengatakan bahwa penemuan Dokter Terawan cukup membantu pengembangan dunia medis. Sehingga, dengan temuan Dokter Terawan, yakni Digital Substraction Angiography (DSA) Modifikasi Terawan atau populer disebut metode "cuci otak", dirinya menganugerahi Dokter Terawan sebuah penghargaan dari Hendropriyono Strategic Consulting pada tahun 2015 silam.