Para analis memperingatkan bahwa kebocoran informasi ini dapat memperburuk situasi di Timur Tengah. Serangan terhadap Houthi semakin meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran, yang merupakan pendukung utama kelompok tersebut.
Meski demikian, militer AS tetap melanjutkan serangan udara ke Yaman sejak 15 Maret 2025, dengan laporan korban jiwa mencapai lebih dari 50 orang.
Kejadian ini tidak hanya menjadi salah satu pelanggaran keamanan terbesar dalam sejarah AS, tetapi juga dapat mempengaruhi kebijakan luar negeri Washington di masa mendatang.