Seiring berkembangnya kesadaran akan pentingnya kesejahteraan mental, perusahaan kini semakin mendukung karyawan untuk mengambil cuti dan merencanakan liburan. Banyak organisasi yang mulai menawarkan kebijakan cuti yang lebih fleksibel sebagai tanda pengakuan akan berbagai manfaat liburan untuk karyawan. Dengan begitu, bukan hanya karyawan yang merasa bertanggung jawab atas kinerja mereka, tetapi perusahaan juga ikut berperan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Dari fakta-fakta ini, jelaslah bahwa liburan bukan hanya sekadar menyingkirkan diri dari pekerjaan, melainkan juga investasi untuk kesehatan mental dan fisik yang pada akhirnya berkontribusi pada produktivitas kerja yang lebih baik. Dengan liburan yang terencana dan berkualitas, kita dapat mencapai keseimbangan dalam hidup dan kembali ke pekerjaan dengan semangat yang baru.