"Congklak" juga menjadi salah satu permainan yang sangat digemari. Permainan ini menggunakan papan kecil yang berlubang-lubang dan biji-bijian kecil sebagai alat mainnya. Anak-anak biasanya bermain congklak sambil duduk berhadapan, saling berlomba untuk mengambil biji-bijian dan memasukkannya ke dalam lubang-lubang yang ada. Selain mengasah keterampilan motorik, permainan ini juga mengajarkan tentang strategi dan kecerdasan anak-anak dalam bermain.
Tak lupa ada juga permainan tradisional "Bekel", permainan yang menggunakan batu kecil sebagai alat utamanya. Anak-anak suka memainkan bekel dengan beragam variasi trik dan teknik dalam menangkap dan melempar batu kecil tersebut. Permainan ini melatih kecepatan dan ketepatan tangan anak-anak dalam menangkap dan melempar bekel, sehingga meningkatkan keterampilan motorik halus mereka.
Keberagaman permainan tradisional anak zaman dulu memberikan pengalaman unik dan berharga bagi perkembangan anak-anak. Permainan-permainan tersebut tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membawa manfaat edukatif yang tak ternilai. Dalam bermain, anak-anak belajar tentang koordinasi, strategi, keterampilan motorik, dan interaksi sosial dengan teman-teman mereka. Permainan tradisional juga menjadi salah satu cara untuk mengajarkan dan melestarikan budaya kepada generasi muda.