Tampang

Auto Jago! Ini Rahasia Bermain Game FragPunk yang Jarang Diketahui Pemula

10 Feb 2026 11:31 wib. 37
0 0
Game FragPunk
Sumber foto: Google

1. Pahami Fungsi Shard Cards Sejak Awal

Shard Cards adalah jantung permainan FragPunk. Jangan asal memilih kartu hanya karena terlihat kuat. Perhatikan kondisi tim, gaya bermain musuh, dan tujuan ronde. Kombinasi kartu yang tepat bisa membuat tim unggul meski skill individu biasa saja.

Tips penting:

  • Pilih kartu ofensif saat tim unggul

  • Gunakan kartu defensif saat tertinggal

  • Diskusikan pilihan kartu dengan tim

2. Jangan Bermain Sendirian

FragPunk adalah game berbasis tim. Bermain terlalu agresif sendirian tanpa backup sering berakhir dengan kematian sia-sia. Selalu bergerak minimal berdua, terutama saat menyerang area sempit atau objective penting.

Kerja sama sederhana seperti saling cover, berbagi informasi musuh, dan rotasi cepat bisa meningkatkan peluang menang secara signifikan.

3. Kuasai Senjata Favorit, Bukan Semua Senjata

Banyak pemain pemula mencoba semua senjata sekaligus dan akhirnya tidak menguasai satu pun. Di FragPunk, lebih baik fokus pada 1–2 senjata utama yang sesuai gaya bermainmu, baik itu SMG cepat, rifle seimbang, atau shotgun agresif.

Dengan menguasai recoil dan timing satu senjata, performamu akan jauh lebih konsisten.

4. Manfaatkan Map dan Vertical Movement

Map di FragPunk dirancang dengan banyak jalur alternatif, ketinggian, dan sudut sempit. Jangan hanya berjalan di jalur utama. Gunakan vertical movement untuk mengejutkan musuh dari atas atau samping.

Pemain yang hafal map biasanya unggul, bahkan dengan aim standar.

5. Komunikasi Lebih Penting dari Kill

Banyak pemain terlalu fokus mengejar kill dan lupa memberikan informasi. Padahal, satu info posisi musuh bisa menyelamatkan satu ronde. Gunakan voice chat atau ping system untuk:

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Setujukah Anda Pemerintah Tidak Menetapkan Bencana Sumatera menjadi Bencana Nasional?