Tampang

Harga Minyak Menguat Isu Sentimen Rusia dan China

4 Apr 2024 19:05 wib. 119
0 0
Harga Minyak Menguat Isu Sentimen Rusia dan China
Sumber foto: Google

Beberapa isu terkini yang mengguncang pasar minyak internasional adalah sentimen dari Rusia dan China yang berdampak pada kenaikan harga minyak. Keduanya menyebabkan gejolak di pasar minyak yang mempengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan. Pengurangan produksi yang dijanjikan oleh kedua negara ini, yang dijadwalkan mulai 1 April 2024, telah menguatkan harga minyak, sementara dinamika geopolitik semakin memperumit kondisi pasar.

Rusia dan China, dua kekuatan besar dalam pasar minyak global, telah mengumumkan rencana pengurangan produksi minyak mereka dalam upaya untuk menyeimbangkan pasar dan mendukung harga minyak yang tengah lesu. Kedua negara ini menandatangani kesepakatan untuk mengurangi produksi minyak dalam skala besar, yang dijadwalkan akan diberlakukan pada 1 April 2024. Sentimen ini langsung mempengaruhi pasar, dengan harga minyak menguat dan memberikan optimisme bagi para produsen minyak di seluruh dunia.

Pengurangan produksi yang dijanjikan oleh Rusia dan China ini diharapkan dapat membantu mengatasi surplus pasokan minyak yang telah lama menjadi beban bagi harga minyak. Dengan adanya komitmen kuat dari kedua negara tersebut, pasar mulai mengantisipasi penurunan pasokan dan melakukan penyesuaian terhadap harga minyak yang mulai membaik. Meskipun pengurangan ini masih akan dilaksanakan pada 2024, namun sentimen positif yang dihasilkan telah memberikan dampak yang signifikan.

Namun, di balik kenaikan harga minyak yang disebabkan oleh sentimen Rusia dan China, dinamika geopolitik juga turut berperan dalam membentuk pasar minyak saat ini. Ketegangan antara beberapa negara produsen minyak besar, termasuk Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, telah menciptakan ketidakpastian yang mempengaruhi harga minyak. Gejolak politik di Timur Tengah dan kawasan sekitarnya turut memperumit kondisi pasar minyak, sehingga membuat pasar semakin sulit diprediksi.

<12>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Apakah Anda Setuju dengan TAPERA? Semua Pekerja di Indonesia, Gajinya dipotong 3%