Tren kenaikan harga emas ini sejalan dengan pergerakan harga emas dunia yang cenderung menguat dalam beberapa waktu terakhir. Ketidakpastian ekonomi global membuat emas kembali menjadi primadona. Bahkan, sejumlah lembaga keuangan internasional memproyeksikan harga emas masih berpotensi naik jika kondisi ekonomi global belum stabil.
Meski demikian, investor tetap diingatkan untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena melihat kenaikan harga harian. Emas merupakan instrumen investasi yang ideal untuk jangka menengah hingga panjang. Oleh karena itu, strategi pembelian secara bertahap atau dollar cost averaging bisa menjadi pilihan bijak untuk meminimalkan risiko fluktuasi harga.
Kenaikan Rp28.000 per gram pada 20 Februari 2026 ini menjadi bukti bahwa emas masih memiliki daya tarik kuat sebagai aset investasi. Di tengah ketidakpastian ekonomi, logam mulia tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga nilai kekayaan. Dengan tren yang terus menguat, tidak heran jika harga emas Antam kembali menjadi topik hangat di kalangan investor dan masyarakat luas.