Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Youtube TV Gandeng Penonton Muda

Youtube TV Gandeng Penonton Muda

26 Agustus 2017 | Dibaca : 271x | Penulis : Alfi Wahyu Prasetyo

Alphabet Inc (GOOGL.O) YouTube, anak perusahaan dari Google meluncurkan layanan TV yang menampilkan siaran dari jaringan dan saluran tv kabel Amerika Serikat pada pekan pertama April ini dan saat ini akan segera hadir di Indonesia.

Dilansir Reuters, Senin (10/4/2017), Eksekutif YouTube mengungkapkan Youtube TV bertujuan menarik penonton muda dari video online ke paket televisi berbayar. Penawaran baru, yang disebut YouTube TV ini akan bersaing dengan layanan lain untuk untuk menarik penonton muda pengguna ponsel.

YouTube Chief Executive Susan Wojcicki mengatakan YouTube TV disampaikan melalui internet dengan biaya US$35 per bulan, kepada wartawan di sebuah acara di Los Angeles.

Layanan Youtube TV ini hadir di lima kawasan besar di Amerika Serikat, yaitu New York, Los Angeles, San Francisco Bay Area, Chicago, dan Philadelphia.

Pelanggan TV YouTube akan dapat menonton program asli yang muncul di YouTube, layanan berlangganan yang mencakup film dan acara yang dibintangi populer pencipta video YouTube.

Perkembangan paket TV adalah upaya untuk menjual layanan baru untuk pemirsa kecanduan video bebas YouTube.

"Millenial menyukai konten TV besar, tapi apa yang kita lihat adalah mereka tidak ingin menonton dalam pengaturan tradisional," kata Wojcicki.

YouTube TV akan menampilkan Walt Disney Co. (DIS.N) ABC, CBS Corp (CBS.N) CBS, 21st Century Fox (FOXA.O) Fox dan Comcast Corp (CMCSA.O) NBC ditambah saluran kabel termasuk ESPN, Amerika Serikat dan FX .

Penawaran tersebut akan bersaing dengan layanan seperti Dish Network Corp (DISH.O) Sling TV, AT & T (T.N) DirecTV Now dan Sony Corp (6758.T) PlayStation Vue. Paket tersebut menjual untuk sekitar US$20 sampai US$65 per bulan.

Eksekutif YouTube mengatakan mereka bertujuan untuk membuat aplikasi TV YouTube mudah digunakan di perangkat mobile, komputer desktop atau televisi yang tersambung ke Internet.

Pengguna akan dapat merekam pemrograman pada cloud DVR dan menonton sampai sembilan bulan. Teknisi juga yang menggabungkan teknologi dari Google, seperti kemampuan untuk menyuarakan pencarian TV dan menunjukkan melalui perangkat Beranda Google.

"Meskipun kita berada di zaman keemasan konten ini, usia TV saat ini tidak melakukan keadilan. Kami merasa kami berada dalam posisi yang bagus untuk menemukan kembali cara TV bekerja," kata Neal Mohan, direktur produk YouTube.

Dilansir dari Bloomberg, YouTube TV, yang telah di uji, akan segera menambah enam saluran kabel dari AMC Networks Inc, termasuk AMC dan BBC Amerika.

Ledakan video dari Netflix Inc dan Amazon.com Inc, bersama dengan menyusutnya penonton tv kabel, telah menyebabkan penyedia TV berbayar dan raksasa teknologi untuk menggaet pemirsa muda dengan penawaran online mereka dapat menonton di ponsel pintar dan TV.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Inilah Manfaat Tomat Untuk Menghilangkan Kanker Kulit
20 Desember 2017, by Slesta
Tampang.com – Tomat yang sering kita temui di sekitar kita terutama di pasar. Tomat sendiri biasanya digunakan untuk melengkapi sayur. Namun , siapa ...
Peluang Bisnis Donat Kekinian Sangatlah Menguntungkan
25 Januari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Donat bisa dibilang salah satu snack yang tak akan pernah tergeser oleh trend kuliner apapun. Walaupun banyak sekali varian kue terbaru yang ...
ilaria dzulfikar
25 April 2017, by Tonton Taufik
Seorang warga negara asing dari Italia, jauh-jauh telah datang ke Indonesia, untuk bertemu dan menikah dengan Dzulfikar di Batang, Jawa Tengah. Ilaria nama ...
Menikmati Keindahan Teluk Palu Sambil Ngabuburit
22 Mei 2018, by Maman Soleman
Tak ada tempat favorit yang bisa mengalahkan anjungan Teluk Palu saat menanti berbuka puasa di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Banyak aktivitas dapat dilakukan di ...
Luhut Binsar Panjatian Katakan Tak Perlu Ganti Presiden Joko Widodo
8 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi tidak perlu ada penggantian. Ia mengatakan demikian karena ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab