Tutup Iklan
hijab
  
login Register
fahira idris

Fahira Idris: Pulau Reklamasi Harus “Disita”

23 Mei 2017 | Dibaca : 2644x | Penulis : Tonton Taufik

Tampang.com — Komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk tetap menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya, dari Senator Jakarta Fahira Idris yang memang sejak awal reklamasi bergulir sudah menolak keras. Penolakan ini karena reklamasi bukan hanya akan menimbulkan kerusakan terhadap ekosistem Teluk Jakarta, menutup akses sosial ekonomi nelayan tradisional yang sudah berada di pesisir Jakarta selama ratusan tahun, tetapi juga dilingkari oleh berbagai pelanggaran hukum.

“Pulau-pulau yang sudah jadi terutama yang diperuntukkan untuk kepentingan komersial harus ‘disita’ dan dialihfungsikan sepenuhnya untuk kepentingan publik Jakarta. Dasar hukum ‘penyitaan’ sangat kuat karena semua aktivitas pembangunan pulau-pulau ‘palsu’ tersebut melanggar hukum,” tukas Fahira Idris, di Jakarta (18/5).

Fahira mengungkapkan, kemenangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta tidak lepas dari janji kampanye mereka yang tegas akan menghentikan proyek reklamasi. Janji kampanye menolak reklamasi ini mendapat sambutan dari mayoritas pemilih Jakarta yang memang sejak lama melihat ada kesewenang-wenangan kekuasaan yang begitu ngotot-nya melanjutkan reklamasi walau sudah melakukan berbagai pelanggaran, terjadi praktik korupsi di dalamnya, dan secara sosial, ekonomi apalagi lingkungan akan merugikan Jakarta.

“Saya turun ke konstituen bertanya kenapa mereka memilih Anies-Sandi, salah satu jawabannya adalah karena hanya pasangan ini yang tegas dan berani akan menghentikan reklamasi. Publik Jakarta itu sudah lelah melihat berbagai pelanggaran reklamasi yang dilakukan terang-terangan hanya demi kepentingan pengembang,” ujar Wakil Ketua Komite III DPD ini.

Kebijakan Tim Sinkronisasi Anies-Sandi yang meminta publik untuk memberikan saran mengenai pemanfaatan pulau-pulau reklamasi di Teluk Jakarta yang sudah jadi, juga menjadi bukti bahwa keduanya akan mengedepankan partisipatif dan kolaboratif publik dalam setiap kebijakannya.

“Praktik open government sudah mereka praktikkan walau belum resmi dilantik. Ini patut kita apresiasi. Saya berharap pulau-pulau yang sudah jadi ini, menjadi fasilitas publik bagi warga Jakarta untuk bisa menikmati pemandangan Teluk Jakarta. Miris memang, perkembangan Kota Jakarta itu tidak dapat dilepaskan dari sejarah bahari, tetapi warganya tertutup aksesnya melihat laut, karena sudah dikuasai oleh mereka yang punya uang,” pungkas Fahira. #

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Legenda Juventus Alessandro Del Piero Merasa Kagum Dengan Penampilan Paulo Dybala Bersama Juventus
7 Oktober 2017, by Rachmiamy
Para pecinta Juventus atau lebih dikenal dengan sebutan Juventini pasti mengenal nama Alessandro Del Piero. Del Piero merupakan salah satu legenda klub asal ...
Ingat hari itu....dan mari kita bertaubat
26 April 2017, by titin
Kita semua memang harus yakin pada rukun iman yang ke 5 yaitu meyakini akan datangnya hari akhir, demikian hebatnya bencana alam ketika kiamat, yang nanti akan ...
Gempa di Lombok, TNI Kirim Kopassus untuk Bantu Evakuasi Korban Pendakian Rinjani
30 Juli 2018, by Zeal
Tampang.com - Komando Pasukan Khusus (kopassus) dikerahkan untuk membantu mengevakuasi dan menyelamatkan para pendaki yang terjebak longsor di Gunung Rinjani ...
Sejak Becaknya Hilang, Tukang Becak ini Suka Telan Paku, Batu dan Cat Tembok
7 November 2017, by Admin
Tampang.com - KELUARGA Wawan Gunawan menduga ada ’’kekuatan klenik” di balik kelakuannya menelan paku, batu, dan cat tembok. Karena itu pula, ...
5 Hal Kecil yang Bikin Foto Makin Bergaya
20 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Bagi para wanita terutama yang menyukai selfie tentunya menginginkan tampilan yang maksimal saat di foto agar hasilnya memuaskan. Nah ada ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab