Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
fahira idris

Fahira Idris: Pulau Reklamasi Harus “Disita”

23 Mei 2017 | Dibaca : 2099x | Penulis : Tonton Taufik

Tampang.com — Komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk tetap menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya, dari Senator Jakarta Fahira Idris yang memang sejak awal reklamasi bergulir sudah menolak keras. Penolakan ini karena reklamasi bukan hanya akan menimbulkan kerusakan terhadap ekosistem Teluk Jakarta, menutup akses sosial ekonomi nelayan tradisional yang sudah berada di pesisir Jakarta selama ratusan tahun, tetapi juga dilingkari oleh berbagai pelanggaran hukum.

“Pulau-pulau yang sudah jadi terutama yang diperuntukkan untuk kepentingan komersial harus ‘disita’ dan dialihfungsikan sepenuhnya untuk kepentingan publik Jakarta. Dasar hukum ‘penyitaan’ sangat kuat karena semua aktivitas pembangunan pulau-pulau ‘palsu’ tersebut melanggar hukum,” tukas Fahira Idris, di Jakarta (18/5).

Fahira mengungkapkan, kemenangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta tidak lepas dari janji kampanye mereka yang tegas akan menghentikan proyek reklamasi. Janji kampanye menolak reklamasi ini mendapat sambutan dari mayoritas pemilih Jakarta yang memang sejak lama melihat ada kesewenang-wenangan kekuasaan yang begitu ngotot-nya melanjutkan reklamasi walau sudah melakukan berbagai pelanggaran, terjadi praktik korupsi di dalamnya, dan secara sosial, ekonomi apalagi lingkungan akan merugikan Jakarta.

“Saya turun ke konstituen bertanya kenapa mereka memilih Anies-Sandi, salah satu jawabannya adalah karena hanya pasangan ini yang tegas dan berani akan menghentikan reklamasi. Publik Jakarta itu sudah lelah melihat berbagai pelanggaran reklamasi yang dilakukan terang-terangan hanya demi kepentingan pengembang,” ujar Wakil Ketua Komite III DPD ini.

Kebijakan Tim Sinkronisasi Anies-Sandi yang meminta publik untuk memberikan saran mengenai pemanfaatan pulau-pulau reklamasi di Teluk Jakarta yang sudah jadi, juga menjadi bukti bahwa keduanya akan mengedepankan partisipatif dan kolaboratif publik dalam setiap kebijakannya.

“Praktik open government sudah mereka praktikkan walau belum resmi dilantik. Ini patut kita apresiasi. Saya berharap pulau-pulau yang sudah jadi ini, menjadi fasilitas publik bagi warga Jakarta untuk bisa menikmati pemandangan Teluk Jakarta. Miris memang, perkembangan Kota Jakarta itu tidak dapat dilepaskan dari sejarah bahari, tetapi warganya tertutup aksesnya melihat laut, karena sudah dikuasai oleh mereka yang punya uang,” pungkas Fahira. #

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jualan untung
18 April 2017, by herline
Jualan Untung Gede...Apa Kata Islam - Dalam Islam berdagang merupakan profesi yang mulia. Berdagang merupakan cara yang efektif untuk mendapatkan keuntungan ...
Siap Siap, Gundam Versus Segera Rilis di Playstation 4
5 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Perusahaan video game asal Jepang, Bandai Namco mengonfirmasi mengenai Gundam Versus yang akan dirilis di Playstation 4. Gundam Versus sendiri ...
awang kitchen
15 Juli 2017, by Rachmiamy
Masakan Indonesia memang memiliki rasa yang sangat kaya. Tak heran jika masakan Indonesia tak  hanya digemari di dalam negeri, tetapi masakan Indonesia ...
Apa yang Sebenarnya Membuat iPhone Jadi Transformatif?
11 Juli 2017, by Ihsan Ramadhani
Ketika iPhone muncul pada tahun 2007, itu datang dengan semua janji dan kemegahan pengumuman besar Steve Jobs , menyoroti antarmuka pengguna dan desain licin ...
Eksotisme Terumbu Karang Negeri Palau
21 Juli 2018, by Maman Soleman
Objek wisata yang tidak boleh Anda lewatkan kali ini ialah berkunjung ke negara kepulauan Palau yang terletak di Samudra Pasifik, tepatnya sekitar 500 km ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab