Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Aku Sangat Menyadari Betapa Berharganya Waktu (Stephen Hawking 1942-2018)...

Aku Sangat Menyadari Betapa Berharganya Waktu (Stephen Hawking 1942-2018)...

25 Maret 2018 | Dibaca : 466x | Penulis : Dika Mustika

Stephen Hawking adalah salah satu ilmuwan yang selain mengenalkan mengenai berbagai teori keilmuwannya, ia juga mengenalkan betapa hidup ada untuk dicintai dan diisi. Ia tidak membiarkan hidup lewat begitu saja. Stephen Hawking yang lahir pada 8 Januari 1942 ini juga adalah orang yang menunjukkan bahwa keterbatasan bukan berarti membatasi seseorang untuk ‘hidup’. Hawking dibesarkan di keluarga yang cukup unik. Di keluarganya ada kebiasaan unik yaitu makan bersama dan mereka sama-sama membaca buku!  Keluarga Hawking sangat mengutamakan pendidikan. Ketika Hawking beruia 13 tahun, ayahnya menginginkan Hawking sekolah di sebuah sekolah tertentu. Namun hari di saat ujian beasiswa untuk bisa sekolah di situ, Hawking menderita sakit. Hawking bukanlah keluarga berada yang berlimpah harta. Karena tidak bisa mendapatkan beasiswa tersebut, Hawking bertahan di sekolah lamanya.

Di masa sekolah Hawking tidak langsung mendapatkan nilai-nilai yang bagus. Pada suatu waktu, ia terinspirasi gurunya. Ia pun kemudian memutuskan untuk mengambil jurusan matematika. Namun karena di universitas yang ia pilih belum ada jurusan tersebut, ia akhirnya memilih belajar fisika dan kimia.

Di masa ia mengambil program doktornya, ia didiagnosa menderita penyakit yang oleh dokter ia divonis hanya bisa hidup 2 tahun lagi. Ia sempat mengalami depresi kala itu. Kala itu orang-orang terdekatnya tetap menyarankan Hawking untuk melanjutkan penelitiannya. Meski Hawking sempat berpikir bahwa tak ada gunanya ia melanjutkan penelitiannya, ia akhirnya tetap melanjutkan penelitiannya berkat dorongan dosen pembimbingnya. Kala itu ia sudah mengalami kesulitan jika berjalan tanpa bantuan. Vonis dokter ternyata tidak terbukti, ia bisa bertahan selama puluhan tahu dengan penyakit yang dideritanya. Pada usia 21 tahun dia didiagnosa mengidap penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis). Di usianya yang ke 32 tahun, ia kehilangan seluruh kendali neuromuskular dan kemampuan berbicaranya. Ia terus berkarya dan mengembangkan teori-teorinya. Hawking meninggal dunia tanggal 14 Maret 2018 pada usia 76 tahun. Dia memang sudah pergi meninggalkan dunia ini, namun kita bisa lihat semangat ‘hidupnya’ dalam berkarya, dalam mengisi hidup yang ada bukan hanya untuk dilewatkan begitu saja.

“Ingat untuk lihat ke bintang bukan ke kakimu! Coba untuk memahami apa yang kamu lihat dan pikirkan apa yang membuat alam semesta ini ada. Cobalah untuk selalu penasaran bahkan jika hidupmu sulit. Karena dalam hidup ini pasti ada yang bisa kau lakukan  Dan kamu akan sukses pada itu. Ini hanya pada masalah apakah kamu akan menyerah atau tidak. (Stephen Hawking)

 

 

 

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Hal-hal yang bisa Mengurangi Kualitas Puasa
4 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Berpuasa di bulan suci Ramadhan merupakan hal yang sangat di nantikan oleh seluruh umat muslim di dunia. Pahala akan dilipat gandakan di bulan ...
Tanpa Diet, Tanpa Olahraga: Anda Bisa Dapatkan Tubuh Ideal dengan Konsumsi Ini Tiap Hari
31 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Karena strukturnya yang unik, buah nanas bisa membantu Anda tetap sehat dan mencegah banyak penyakit. 1. Nanas akan membantu Anda menurunkan berat badan ...
Kefir, Si Kecil Sejuta Manfaat
1 Juli 2017, by Rachmiamy
Kita terutama kaum wanita pasti tak asing dengan kata Kefir. Saat ini kefir sangat populer di dunia kecantikan. Ada produk kecantikan seperti masker, toner, ...
Rano Karno Unggah Foto Pernikahan 30 Tahun Lalu. Seperti apa ya ?
7 Februari 2018, by Rachmiamy
Tanggal 5 Februari ternyata merupakan hari yang sangat bersejarah bagi aktor senior Rano Karno. Rano Karno, menikah dengan sang istri yaitu Dewi Indriati pada ...
Cuaca ekstrem bisa membunuh 150.000 orang per tahun
14 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Lebih dari 150.000 orang bisa meninggal akibat perubahan iklim setiap tahun di Eropa pada akhir abad ini, ini adalah penelitian baru yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab