Banyak investor mulai melepas saham mereka dalam sektor teknologi. Hal ini menjadi pertanda bahwa kekhawatiran mengenai perang dagang dan dampaknya terhadap fundamental perusahaan teknologi kian mendalam. Banyak dari perusahaan ini bergantung pada komponen dan manufaktur dari luar negeri, yang tentu saja menghadapi tantangan besar seiring dengan kebijakan nasional yang berorientasi pada peningkatan produksi lokal.
Dalam konteks ini, Nvidia selaku produsen semikonduktor tidak lepas dari dampak tersebut. Pengumuman Trump pekan lalu mengenai investasi besar dari TSMC, raksasa chip Taiwan sebesar US$100 miliar untuk memindahkan sebagian industri manufakturnya ke AS, menjadi berita yang berpotensi menghadirkan perubahan signifikan dalam cara perusahaan-perusahaan seperti Nvidia beroperasi.
Nvidia mengakui tantangan yang dihadapi dalam bersaing dengan perusahaan-perusahaan internasional, terutama yang menawarkan produk dengan biaya lebih rendah. Ini menegaskan perlunya inovasi dan adaptasi cepat di tengah dinamika pasar yang terus berubah, serta menyoroti pentingnya menjaga daya saing di level global.