JAKARTA – Industri perfilman tanah air kembali mencatatkan sejarah baru dalam ranah sinematografi modern. Industri sinema nasional resmi menghadirkan Film Bisikan Desa Gringsing, yang dinobatkan sebagai film horor Indonesia pertama yang menggunakan teknologi mutakhir Virtual Production. Terobosan teknis ini menandai babak baru bagi perkembangan karya audio-visual lokal, sekaligus membuktikan bahwa sineas Indonesia mampu bersaing dengan standar produksi internasional.
Selama ini, genre misteri dan supranatural selalu menjadi salah satu komoditas paling diminati oleh pencinta bioskop di tanah air. Namun, hadirnya karya terbaru ini tidak sekadar menawarkan cerita mistis yang mencekam, melainkan juga menyajikan pengalaman visual kelas tinggi yang belum pernah ada sebelumnya dalam lanskap sinema domestik.
Inovasi Teknologi Virtual Production di Sinema Lokal
Penggunaan teknologi Virtual Production menjadi daya tarik utama dari karya sineas yang satu ini. Teknologi yang populer digunakan dalam pembuatan film-film blockbuster Hollywood—seperti serial The Mandalorian karya Lucasfilm—memungkinkan latar tempat dan efek visual dirender secara langsung (real-time) menggunakan layar LED raksasa berteknologi tinggi di dalam studio indoor.
Dengan menerapkannya pada Film Bisikan Desa Gringsing, tim produksi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada lokasi syuting luar ruangan (on-location shooting) yang acap kali terkendala faktor cuaca, pencahayaan alami, maupun aksesibilitas lokasi terpencil. Penggunaan latar virtual ini memberikan kontrol penuh bagi sutradara dan penata sinematografi untuk menciptakan tata cahaya serta atmosfer desa mistis yang konsisten, pekat, dan mengerikan.