Selain itu, azab bagi orang yang suka berjudi juga bisa berdampak pada hubungan sosial. Tidak jarang aktivitas berjudi menimbulkan perselisihan di antara sesama pemain judi, bahkan dalam lingkungan keluarga. Masalah finansial akibat berjudi seringkali mengganggu keharmonisan rumah tangga, bahkan bisa berujung pada perceraian. Ditambah lagi dampak psikologis yang ditimbulkan, seperti kegelisahan, stres, dan kecemasan akan azab yang akan menimpa akibat perbuatan yang dilakukan.
Dalam Islam, azab bagi orang yang suka berjudi juga ditegaskan dalam Al-Qur'an. Surat Al-Maidah ayat 90-91 menyatakan, "Hai orang yang beriman, sesungguhnya khamr, berjudi, berhimpun untuk beribadah kepada berhala dan mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan keji itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat. Maka berhentilah kamu (dari menganiaya diri sendiri dengan perjudian), maka kamu akan beruntung." Al-Qur'an dengan tegas menyatakan bahwa azab bagi orang yang suka berjudi adalah kehinaan di sisi Allah SWT.
Dari segala bahaya dan azab yang ditimpa bagi mereka yang suka berjudi, sangatlah penting untuk melakukan tindakan pencegahan sejak dini. Pendidikan dan kesadaran akan bahaya berjudi perlu ditingkatkan, baik melalui penyuluhan, kampanye, maupun regulasi yang lebih ketat. Pihak keluarga, masyarakat, dan pemerintah perlu bersinergi untuk mencegah penyebaran praktik berjudi dan membantu mereka yang sudah terlanjur terjerumus dalam aktivitas berjudi.