Tampang

Piaggio Liberty S Terbaru Resmi Dirilis, Boyong Teknologi Modern

31 Des 2025 08:02 wib. 50
0 0
Piaggio Liberty S
Sumber foto: Google

Piaggio Indonesia kembali menghadirkan inovasi di segmen skuter perkotaan dengan meluncurkan Piaggio Liberty S 2025 yang membawa sejumlah pembaruan signifikan dari sisi desain, teknologi, dan performa. Skuter bergaya khas Italia yang terkenal dengan kombinasi elegan dan fungsional ini tampil lebih modern dan relevan untuk kebutuhan mobilitas urban masa kini. Liputan6

Model terbaru ini dirancang untuk konsumen yang mencari kendaraan berkinerja andal namun tetap bergaya menggabungkan unsur estetika, kenyamanan, serta fitur digital yang semakin canggih. Piaggio Liberty S 2025 hadir sebagai varian yang menyasar pengguna urban yang gemar berkendara dalam keseharian, baik untuk aktivitas kerja maupun bersosial. Liputan6

Desain dan Gaya Modern
Bahasa desain Piaggio Liberty S 2025 memberikan kesan yang lebih futuristik tanpa meninggalkan ciri khas Italia yang elegan. Skuter ini tampil dengan bodi yang ramping serta proporsi yang seimbang antara kepraktisan dan gaya. Lampu depan baru memakai teknologi LED horizontal yang tidak hanya kuat dalam pencahayaan tetapi juga memberi tampilan lebih agresif dan modern jika dibandingkan generasi sebelumnya. Sementara itu, pada bagian depan juga terlihat adanya grill “tie” dengan motif honeycomb yang terinspirasi dari lini premium Piaggio. Liputan6

Bagian belakang Liberty S turut mengalami sentuhan baru. Siluet rakitan lebih ramping, pegangan tangan berbahan aluminium yang solid, serta velg alloy dengan desain terbaru menjadikan skuter ini semakin berkarakter. Kombinasi unsur sporty dan elegan tersebut menciptakan tampilan yang kuat dan stylish—pas untuk pengendara yang ingin terlihat berbeda di tengah padatnya lalu lintas kota besar. Liputan6

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Setujukah Anda Pemerintah Tidak Menetapkan Bencana Sumatera menjadi Bencana Nasional?