Penyelenggaraan MotoGP Qatar 2026 menjadi sorotan setelah muncul polemik mengenai keselamatan pembalap di tengah meningkatnya ketegangan situasi Timur Tengah. Ketidakpastian tersebut memunculkan perbedaan sikap di antara para pembalap, tim, dan pihak penyelenggara. Bahkan, sebagian besar pembalap dikabarkan meminta agar balapan di Qatar dibatalkan apabila jaminan keselamatan tidak dapat diberikan secara menyeluruh.
Di tengah situasi tersebut, tiga nama pembalap justru menjadi perhatian karena tidak ikut menandatangani surat desakan pembatalan balapan. Mereka adalah Marco Bezzecchi, Ai Ogura, dan Johann Zarco.
Informasi mengenai ketiga pembalap tersebut diungkapkan oleh jurnalis asal Spanyol, Mela Chercoles. Sikap mereka kemudian menjadi perbincangan karena berbeda dengan mayoritas pembalap yang mengkhawatirkan kondisi keamanan menjelang seri balapan di Sirkuit Lusail.
19 Pembalap Desak Penyelenggara Batalkan Balapan
Ketidakpastian MotoGP Qatar 2026 semakin meningkat setelah sebanyak 19 pembalap dilaporkan menandatangani surat yang ditujukan kepada MotoGP Group pada Minggu, 1 November 2026.
Melalui surat tersebut, para pembalap meminta pihak penyelenggara memberikan jaminan tanggung jawab penuh apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan selama pelaksanaan Grand Prix Qatar. Mereka juga menginginkan pembatalan balapan apabila jaminan keselamatan tersebut tidak dapat dipenuhi.
Permintaan tersebut dilaporkan belum mendapatkan tanggapan yang memuaskan. Situasi semakin rumit setelah Yamaha mengumumkan keputusan untuk menarik diri dari MotoGP Qatar dengan mengikuti rekomendasi perjalanan internal perusahaan.
Keputusan Yamaha tersebut turut memicu respons dari pihak penyelenggara. MotoGP dikabarkan mengancam memberikan sanksi olahraga karena keputusan mundur dinilai berpotensi melanggar kesepakatan yang telah dibuat.
Selain itu, para pembalap juga mendapatkan peringatan mengenai kemungkinan sanksi apabila memilih melakukan boikot terhadap perlombaan.
Tiga Pembalap Tidak Ikut Menandatangani Surat
Di antara 22 pembalap yang terlibat dalam polemik tersebut, Marco Bezzecchi, Ai Ogura, dan Johann Zarco disebut tidak ikut menandatangani surat permintaan pembatalan MotoGP Qatar.