Tampang

Gerakan Rakyat Jadi Partai Paling Banyak Dibicarakan di Media Sosial, Lampaui Gerindra dan PDI Perjuangan

21 Jun 2026 18:49 wib. 56
0 0
gerakan rakyat
Sumber foto: RajaMonitoring.com

Jakarta – Peta percakapan politik di media sosial menunjukkan dinamika yang menarik. Dalam periode pemantauan 8–14 Juni, Partai Gerakan Rakyat tercatat sebagai organisasi politik dengan jumlah sebutan atau mention tertinggi di berbagai platform media sosial, mengungguli sejumlah partai besar yang selama ini mendominasi ruang publik digital.

Berdasarkan data yang ditampilkan melalui platform analisis RajaMonitoring.com, Gerakan Rakyat memperoleh sekitar 66 ribu lebih sebutan dari gabungan percakapan di Instagram, YouTube, Facebook, TikTok, dan X (Twitter).

Jumlah tersebut menempatkan Gerakan Rakyat di posisi pertama sebagai partai atau organisasi politik dengan tingkat eksposur digital tertinggi selama periode pemantauan tersebut.

Unggul Jauh dari Partai Besar

Data grafik "Penggerak Media Sosial Teratas" menunjukkan selisih yang cukup signifikan antara Gerakan Rakyat dengan partai-partai lain.

Gerindra berada di posisi kedua dengan kisaran 51 ribu sebutan.

Sementara itu, PDI Perjuangan menempati posisi ketiga dengan sekitar 34 ribu mention.

Adapun posisi berikutnya diisi oleh:

  • Golkar: sekitar 32 ribu sebutan;
  • PAN: sekitar 29 ribu sebutan;
  • Garuda: sekitar 28 ribu sebutan;
  • PKB: sekitar 21 ribu sebutan;
  • NasDem: sekitar 20 ribu sebutan;
  • Demokrat: sekitar 17 ribu sebutan;
  • PBB: sekitar 16 ribu sebutan.

Perolehan Gerakan Rakyat yang mencapai lebih dari 66 ribu percakapan menunjukkan bahwa narasi terkait organisasi tersebut berhasil menarik perhatian publik digital dalam skala besar.

Media Sosial Menjadi Arena Politik Baru

Pengamat komunikasi politik menilai bahwa tingginya jumlah sebutan di media sosial tidak dapat dipandang sebelah mata.

Di era digital, media sosial telah berkembang menjadi arena baru pertarungan gagasan, pembentukan persepsi publik, hingga perebutan perhatian masyarakat.

Percakapan yang ramai sering kali menjadi indikator meningkatnya rasa ingin tahu publik terhadap sebuah tokoh maupun organisasi politik.

<123>

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Apakah Indonesia diuntung/rugikan MoU dengan USA?