Pertempuran sengit terjadi di Gaza utara, tempat Hamas tampaknya berkumpul kembali di wilayah yang sebelumnya telah menjadi sasaran serangan mematikan oleh Israel. Wilayah ini menjadi sasaran pertama serangan darat, karena pada akhir tahun lalu Israel mengumumkan mereka telah membubarkan sebagian besar kekuatan Hamas di wilayah tersebut.
Pada sisi lain, terdapat korban sipil yang meninggal dalam pertempuran. Setidaknya 19 orang, termasuk delapan wanita dan delapan anak-anak, tewas dalam serangan di Gaza Tengah dalam tiga serangan berbeda di kota Zawaida, Maghazi, dan Deir al Balah. Pengeboman dan serangan darat Israel di Gaza telah menewaskan hampir 35 ribu orang, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.
Dampak dari konflik ini juga terlihat pada infrastruktur dan kondisi masyarakat di Gaza. Sebagian besar wilayah Gaza telah hancur dan sekitar 80% penduduknya terpaksa meninggalkan rumah mereka. Data ini menyoroti dampak kemanusiaan dari konflik yang terus terjadi antara Israel dan Palestina.
Konflik di wilayah Timur Tengah antara Israel dan Palestina selalu menjadi perhatian dunia internasional. Latar belakang sejarah, geopolitik, dan agama yang melatarbelakangi konflik ini membuatnya menjadi salah satu permasalahan penting di dunia, yang juga berdampak langsung pada masyarakat internasional.