Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Tekanan pasar terlihat dari banyaknya saham yang mengalami penurunan sepanjang perdagangan Selasa. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.143,58, tetapi kemudian bergerak turun hingga mencapai titik terendah 4.895,59.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 624 saham mengalami pelemahan. Sementara itu, hanya 57 saham yang berhasil menguat dan 37 saham lainnya bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai. Total frekuensi transaksi mencapai 1.387.578 kali dengan volume perdagangan sebanyak 27,2 miliar saham. Adapun nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp11,7 triliun.
Besarnya jumlah saham yang melemah menunjukkan bahwa tekanan tidak hanya terjadi pada beberapa emiten tertentu, melainkan hampir merata di berbagai lini pasar modal.
Seluruh Sektor Saham Mengalami Koreksi
Pelemahan IHSG semakin terlihat dari kinerja seluruh sektor saham yang kompak berada di zona merah. Sektor bahan baku atau basic menjadi kelompok dengan penurunan paling dalam, yakni mencapai 6 persen.
Berikut rincian pelemahan sektor saham pada perdagangan Selasa:
Sektor bahan baku melemah 6 persen.
Sektor energi turun 4,38 persen.
Sektor industri terkoreksi 3,80 persen.
Sektor consumer nonsiklikal melemah 2,61 persen.
Sektor consumer siklikal turun 3,59 persen.
Sektor kesehatan terkoreksi 2,83 persen.
Sektor keuangan melemah 2,07 persen.
Sektor properti turun 3,78 persen.
Sektor teknologi terkoreksi 1,92 persen.
Sektor infrastruktur melemah 3,61 persen.
Sektor transportasi turun 3,90 persen.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa tekanan pasar terjadi secara menyeluruh. Tidak ada sektor yang mampu bertahan di zona positif pada penutupan perdagangan kali ini.
Saham SMGR, ITMG, dan BRPT Ikut Melemah
Sejumlah saham dengan aktivitas perdagangan cukup tinggi juga mengalami penurunan harga. Salah satunya adalah saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang terkoreksi 4,59 persen ke level Rp1.350 per saham.