Dari pernyataan yang dikeluarkan, Pemerintah Brunei memberikan sinyal bahwa mereka masih berkomitmen untuk mengembangkan konektivitas regional, namun keterlibatan perusahaan asal Brunei dalam proyek kereta cepat ini masih perlu dipertanyakan. Dengan begitu, kita perlu menunggu perkembangan selanjutnya terkait dengan proyek Trans-Borneo, terutama terkait dengan seleksi perusahaan yang akan menggarap proyek tersebut.
Dalam kesimpulan, proyek kereta cepat yang menghubungkan Malaysia ke IKN menjadi proyek strategis yang mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Brunei. Munculnya pernyataan penolakan terkait dengan keterlibatan perusahaan asal Brunei menimbulkan pertanyaan sekaligus kekhawatiran terkait dengan kelangsungan proyek ini. Namun, kita berharap bahwa proyek ini dapat terus berjalan untuk memperbaiki konektivitas regional, dengan penuh transparansi dan kehati-hatian dalam memilih mitra kerja yang tepat.