Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Waduh, Ternyata Bulan Makin Menjauh dari Bumi Tiap Tahunnya

Waduh, Ternyata Bulan Makin Menjauh dari Bumi Tiap Tahunnya

1 Agustus 2017 | Dibaca : 1006x | Penulis : Ghilman Azka Fauzan

Tampang.com - Satu-satunya satelit yang mengelilingi bumi, yakni bulan ternyata kian menjauh tiap tahunnya. Menurut salah satu ilmuwan, dengan menjauhnya bulan, dapat berdampak pada kehidupan. Namun, dampak tersebut terasa setelah miliaran tahun setelahnya.

Proses terbentuknya bulan, diketahui berasal dari proto-planet seukuran Mars yang bertabrakan dengan Bumi sekira 4,5 miliar tahun lalu. Pecahan yang diakibatkan dari tabrakan tersebut bersatu dan membentuk Bulan. Berdasarkan simulasi teknologi komputer, sistem bulan dengan Bumi tak berubah hingga abad ke-21.

Dengan simulasi tersebut, juga telah menunjukkan dimana jarak bulan pernah lebih dekat dengan bumi, sekitar 22.500 km. Perhitungan sekarang, diketahui jarak bulan dengan bumi adalah 402.336 km.

Dilansir dari BBC, Selasa (1/8/2017), setiap tahunnya, benda yang disebut sebagai Satelit Bumi itu menjauh sebanyak 3,78 cm. Kecepatan perpindahannya dikatakan sama seperti pertumbuhan kuku.

Dengan menjauhnya bulan, mengakibatkan bumi menjadi melambat dan tidak stabil. Hanya saja prosesnya terasa setelah miliaran tahun. Migrasi ini sendiri diakibatkan oleh pasang surut Bumi.

Bulan mengorbit di atas Bumi melalui gaya gravitasi. Namun ternyata bulan juga memiliki dampak kepada Bumi yakni menyebabkan pergerakan lautan bergejolak dan pasang surut.

Meski demikian, karena Bumi berotasi, pasang surut itu juga memberikan energi kepada bulan dan mendorongnya ke orbit yang lebih tinggi. Sementara untuk sepanjang 3.78 cm mungkin tak akan terihat jelas. Perbedaan kecil ini dalam jangka waktu yang cukup lama dapat mempengaruhi kehidupan di Bumi, membuat planet ini melambat.

Jika benar-benar berubah dan Bumi menjadi tidak stabil, maka sebagian dunia dapat mengalami kenaikan suhu jauh lebih besar daripada yang kita rasakan selama beberapa tahun terakhir. Suhu Arktik yang membekukan di musim dingin akan diikuti oleh suhu panas yang menghebat di musim panas.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Seniman Asal Jepang ini Menciptakan Replika Jam Tangan dari kertas
19 November 2017, by Rachmiamy
Seorang seniman memang selalu menciptakan sesuatu yang unik yang membuat kita terkagum- kagum. Seperti yang diciptakan oleh salah satu seniman asal Saitama, ...
Mentan Amran: Pemerintah sudah Bagikan 400.000 Pompa untuk Petani
29 Juli 2018, by Nur Atinal Khusna
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengaku telah membagikan 400.000 pompa untuk petani. Hal ini merupakan upaya untuk mengatasi masalah kekeringan yang ...
Dua Anak Usaha BUMN Teken Perjanjian Kerjasama
12 September 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Saat ini Bisnis Semen di Indonesia sangat prospektif khususnya untuk kebutuhan properti dan infrastruktur. Sebagaimana diketahui, selain berupaya dengan serius ...
Seorang Bareskrim Dilaporkan Pengacara Setya Novanto, Siapa Dia?
9 Oktober 2017, by Zeal
tampang - Seorang bareskrim yang tidak disebutkan identitasnya dilaporkan oleh Fredrich Yunadi, Pengacara Setya Novanto. Hal ini diduga dengan pernyataan ...
Luhut Klaim Bandara Kertajati Nantinya akan Menjadi Bandara Terbaik Kedua Setelah Bandara Soekarno-Hatta
24 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
 Kabar baik untuk warga Jabar dan Indonesia, pasalnya dikabarkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati siap melayani penerbangan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab