Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Cokelat Memang Bermanfaat, Tapi Kelompok Orang Ini Sebaiknya Tidak Mengkonsumsi

Cokelat Memang Bermanfaat, Tapi Kelompok Orang Ini Sebaiknya Tidak Mengkonsumsi

26 Juni 2018 | Dibaca : 312x | Penulis : Maman Soleman

Mengonsumsi cokelat yang merupakan hasil olahan dari biji kakao mungkin menjadi kesenangan banyak orang. Rasanya manis, legit, dan lumer di mulut. Sensasi yang lezat di lidah dan membuat hati senang.

Tetapi tunggu dulu! Cokelat yang rasanya manis ternyata tidak sebanding dalam memberikan manfaat kesehatan. Cokelat sejenis itu malah mengandung banyak tambahan seperti gula sehingga malah memberikan dampak yang kurang baik untuk kesehatan tubuh.

Menurut pakar gizi, jenis cokelat yang dikatakan bermanfaat adalah dark chocolate atau cokelat pekat yang memiliki kadar cokelat minimal 70%. Lebih banyak kadar cokelatnya lebih baik, tapi tentu rasanya lebih pahit.

Kalau yang biasa dijual di pasaran dan dikonsumsi secara umum itu biasanya manis. Kalau manis, itu sudah banyak campurannya seperti susu dan gula sehingga kandungan lemaknya pasti lebih tinggi. Manfaatnya tidak sebesar dark chocolate.

Cokelat pekat bila dikonsumsi rutin dengan dosis yang benar memang bermanfaat bagi jantung. Dosis yang benar itu adalah dua potong dalam satu batang cokelat.

Meski memiliki banyak kandungan yang bermanfaat, cokelat itu pun ada baiknya tidak dikonsumsi oleh beberapa orang dengan kondisi kesehatan khusus. Kalau dikonsumsi cokelat malah akan memberikan risiko bagi mereka.

Kelompok orang yang pertama harus menghindari cokelat adalah yang obesitas. Ya, saat sudah kegemukan, lebih baik menghindari cokelat, apalagi cokelat yang bercita rasa manis.

Kedua, mereka yang memiliki migren dianjurkan untuk tidak mengonsumsi cokelat. Itu berkaitan dengan senyawa flavonoid yang mampu melebarkan pembuluh darah. Mereka yang migren sudah mengalami pelebaran pembuluh darah sehingga akan semakin merasa pusing bila mengonsumsi cokelat.

Ketiga, kelompok orang yang memiliki masalah reflux asam lambung sehingga sering mengalami nyeri pada ulu hati dan bagian dada. Ibu hamil yang sering mual dan mengalami aliran balik asam lambung sehingga naik ke kerongkongan juga tidak dianjurkan mengonsumsi cokelat.

Anak-anak dengan gangguan perilaku ADHD atau umumnya dikenal dengan sebutan hiperaktif jangan pula mengonsumsi cokelat. Apalagi, bila cokelat yang dikonsumsi adalah yang berasa manis karena tambahan gula itu tidak baik bagi mereka.

Nah, cokelat ternyata punya manfaat tapi juga risiko tertentu. Apalagi kalau dikonsumsi berlebih demi mendapatkan manfaat, yang terjadi malah sebaliknya akan berdampak jelek bagi kesehatan.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

KUTUPUN BISA MENGUNTUNGKAN
26 Maret 2018, by oteli w
KUTUPUN BISA MENGUNTUNGKAN Terkadang yang dipandangpun Buruk, masih ada Manfaatnya. Kutu terkenal dengan hewan yang merugikan manusia karena mereka hidup ...
Baru Saja Makan, Sudah Lapar Lagi? Apa yang Menyebabkan Kita Lapar?
2 November 2017, by Rio Nur Arifin
Baru 2 jam setelah sarapan dan saya mulai merasakan perasaan lapar yang aneh, membuat saya bertanya-tanya: apa yang membuat kami lapar? Kelaparan ...
Wanita Sukses Tetap Membutuhkan Pendamping, Mengapa?
9 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Saat ini feminism telah menjadi tren tersendiri di kalangan wanita urban. Mereka merasa mampu menopang hidupnya sendiri dan seolah tidak ...
Kurangi Mulai Sekarang! 8 Makanan Ini Dapat Tingkatkan Risiko Kanker
11 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ternyata, ada kandungan zat karsinogen yang mengintai kita melalui makanan. Seperti diketahui, karsinogen dapat sebabkan kanker. Beberapa ...
10 Tips Melindungi Kulit agar Tidak Kusam
7 Juli 2018, by Maman Soleman
Kulit kusam dan kering tentunya mesti secepatnya ditangani supaya kulit nampak indah. Kadang-kadang pemakaian kosmetik yang tak sesuai menyebabkan kulit kusam. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab