Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Cokelat Memang Bermanfaat, Tapi Kelompok Orang Ini Sebaiknya Tidak Mengkonsumsi

Cokelat Memang Bermanfaat, Tapi Kelompok Orang Ini Sebaiknya Tidak Mengkonsumsi

26 Juni 2018 | Dibaca : 242x | Penulis : Maman Soleman

Mengonsumsi cokelat yang merupakan hasil olahan dari biji kakao mungkin menjadi kesenangan banyak orang. Rasanya manis, legit, dan lumer di mulut. Sensasi yang lezat di lidah dan membuat hati senang.

Tetapi tunggu dulu! Cokelat yang rasanya manis ternyata tidak sebanding dalam memberikan manfaat kesehatan. Cokelat sejenis itu malah mengandung banyak tambahan seperti gula sehingga malah memberikan dampak yang kurang baik untuk kesehatan tubuh.

Menurut pakar gizi, jenis cokelat yang dikatakan bermanfaat adalah dark chocolate atau cokelat pekat yang memiliki kadar cokelat minimal 70%. Lebih banyak kadar cokelatnya lebih baik, tapi tentu rasanya lebih pahit.

Kalau yang biasa dijual di pasaran dan dikonsumsi secara umum itu biasanya manis. Kalau manis, itu sudah banyak campurannya seperti susu dan gula sehingga kandungan lemaknya pasti lebih tinggi. Manfaatnya tidak sebesar dark chocolate.

Cokelat pekat bila dikonsumsi rutin dengan dosis yang benar memang bermanfaat bagi jantung. Dosis yang benar itu adalah dua potong dalam satu batang cokelat.

Meski memiliki banyak kandungan yang bermanfaat, cokelat itu pun ada baiknya tidak dikonsumsi oleh beberapa orang dengan kondisi kesehatan khusus. Kalau dikonsumsi cokelat malah akan memberikan risiko bagi mereka.

Kelompok orang yang pertama harus menghindari cokelat adalah yang obesitas. Ya, saat sudah kegemukan, lebih baik menghindari cokelat, apalagi cokelat yang bercita rasa manis.

Kedua, mereka yang memiliki migren dianjurkan untuk tidak mengonsumsi cokelat. Itu berkaitan dengan senyawa flavonoid yang mampu melebarkan pembuluh darah. Mereka yang migren sudah mengalami pelebaran pembuluh darah sehingga akan semakin merasa pusing bila mengonsumsi cokelat.

Ketiga, kelompok orang yang memiliki masalah reflux asam lambung sehingga sering mengalami nyeri pada ulu hati dan bagian dada. Ibu hamil yang sering mual dan mengalami aliran balik asam lambung sehingga naik ke kerongkongan juga tidak dianjurkan mengonsumsi cokelat.

Anak-anak dengan gangguan perilaku ADHD atau umumnya dikenal dengan sebutan hiperaktif jangan pula mengonsumsi cokelat. Apalagi, bila cokelat yang dikonsumsi adalah yang berasa manis karena tambahan gula itu tidak baik bagi mereka.

Nah, cokelat ternyata punya manfaat tapi juga risiko tertentu. Apalagi kalau dikonsumsi berlebih demi mendapatkan manfaat, yang terjadi malah sebaliknya akan berdampak jelek bagi kesehatan.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

4 Sifat Cewek yang Disukai Para Cowok
29 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Memiliki perawakan yang cantik dan bentuk tubuh yang indah tentu saja baik adanya. Apa yang bisa dilihat oleh mata tentu saja akan menjadi daya tarik ...
Undang Jokowi ke Rapimnas? Apakah Demokrat Usung Jokowi?
6 Maret 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam menghadapi Pilpres 2019 nanti, Partai Demokrat akan mempersiapkan calon yang akan diusung sebagai presiden 2019. Hal tersebut akan ...
Sergio Ramos Tidak Tahu Masa Depan Cristiano Ronaldo Bersama Real Madrid
15 November 2017, by Rachmiamy
Cristiano Ronaldo merupakan salah satu pemain terbaik yang dimiliki Portugal dan Real Madrid. Pemain berusia 33 tahun tersebut sudah delapan tahun membela klub ...
Naskah Voynich yang Misterius, Mungkinkah Sebuah Manual Kesehatan?
17 September 2017, by Rio Nur Arifin
Seorang peneliti sejarah percaya bahwa pada akhirnya dia bisa memecahkan misteri manuskrip abad pertengahan. Codex yang penuh teka-teki, yang pertama kali ...
Rodriguez: Saya Ada di Trek yang Benar
17 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Debut James Rodriguez bersama Bayern Munchen pada Telekom Cup, berakhir dengan baik. Bayern Munchen menjuarai turnamen tersebut. Meskipun dirinya ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab