Penampilan spesial Agnez juga melibatkan panggung besar dengan teknologi visual canggih, termasuk penggunaan teknologi lift pada sesi pembukaan (opening) untuk menciptakan efek visual dramatis yang belum pernah terlihat sebelumnya di perayaan semacam ini. Selain efek visual, ia juga akan berpindah antar tiga bagian panggung yang berbeda dalam satu lagu, menuntut level energi dan mobilitas fisik yang tinggi.
Gaya Panggung: Nyaman tapi Tetap Berkarakter
Meski menyuguhkan aksi panggung spektakuler, Agnez menegaskan bahwa ia tetap ingin tampil dengan gaya yang nyaman dan sesuai kepribadiannya sendiri. Berbeda dari stereotip artis yang kerap memakai sepatu hak tinggi atau outfit tak nyaman demi penampilan semata, Agnez memilih sneakers dan gaya yang mencerminkan dirinya secara autentik hal yang menurutnya lebih mencerminkan karakter asli sebagai performer.
Menurutnya, tampil dengan kenyamanan bukanlah kompromi terhadap kualitas, melainkan cara agar ia bisa fokus sepenuhnya pada energi dan ekspresinya di atas panggung, tanpa harus terhambat oleh fashion yang tidak fungsional. Ia ingin penonton menyaksikan bukan sekadar busana, tetapi cara ia berinteraksi dengan musik dan audiensnya.
Musik dan Energi yang ‘Menembus Layar’
Selain aksi panggung dan staging yang besar, Agnez juga serius pada aspek musikalitas. Ia terlibat langsung dalam sesi brainstorming bersama musisi dan arranger untuk memastikan setiap nomor musik yang dibawakannya memberikan dampak emosional maksimal. Menurutnya, kualitas audio dan aransemen musik live adalah aspek penting yang membuat pertunjukan terasa “hidup”.
Agnez menjelaskan bahwa ia ingin penonton yang menyaksikan secara langsung maupun melalui siaran televisi merasakan energi yang sama kuatnya — seolah berada di depan panggung meski hanya di rumah. Ini bukan sekadar pertunjukan visual, tetapi pengalaman musikal yang dirancang agar audiens “merasakan” setiap beat dan dinamika suara.