Makna takdir juga erat kaitannya dengan konsep qada dan qadar. Qada merujuk pada ketetapan Allah yang bersifat umum, seperti kematian, rezeki, dan jodoh. Sementara qadar adalah perwujudan dari ketetapan tersebut dalam kehidupan nyata. Misalnya, Allah telah menetapkan bahwa setiap manusia akan mati (qada), tetapi kapan dan bagaimana kematian itu terjadi adalah bagian dari qadar. Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat lebih bijak dalam menyikapi berbagai peristiwa dalam hidup.
Pemahaman tentang takdir juga mengajarkan kita untuk menerima segala ketentuan Allah dengan lapang dada. Ketika menghadapi musibah atau kegagalan, seorang Muslim yang memahami takdir akan tetap bersabar dan yakin bahwa semua itu adalah bagian dari rencana Allah yang terbaik. Sebaliknya, ketika mendapatkan keberhasilan atau kebahagiaan, ia akan bersyukur dan tidak sombong, karena menyadari bahwa semua itu adalah karunia dari Allah.
Selain itu, takdir juga mengajarkan kita untuk tidak mudah putus asa. Meskipun Allah telah menetapkan segala sesuatu, manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Oleh karena itu, kita harus terus berusaha dan berdoa, karena doa dapat mengubah takdir. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa." (HR. Tirmidzi). Ini menunjukkan bahwa doa memiliki kekuatan yang besar dalam mengubah keadaan, asalkan disertai dengan usaha yang maksimal.