Untuk memastikan jalur alternatif tetap nyaman bagi pemudik, pihaknya telah melakukan berbagai perbaikan, seperti:
Peningkatan kondisi jalan agar lebih layak dilalui kendaraan.
Penambahan penerangan jalan umum (PJU) untuk meningkatkan keamanan.
Pemasangan rambu portabel sebagai panduan bagi pengendara.
Fokus Rekayasa di Jalur Utara dan Timur
Sementara itu, Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Cianjur, Muhamad Iqbal Safaruddin, menyebutkan bahwa rekayasa lalu lintas akan difokuskan di jalur utara dan timur, yang menjadi jalur utama mudik di wilayah tersebut.
Menurutnya, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran (Jumat, 28 Maret 2025), sedangkan puncak arus balik diprediksi jatuh pada H+5 Lebaran. Ia juga menyebutkan bahwa jumlah pemudik yang melintasi Cianjur diperkirakan mencapai ratusan ribu orang, dengan mayoritas menggunakan kendaraan roda dua.