Dalam persoalan kesuburan, setiap pasangan dapat mempunyai penyebab yang berbeda. Karena itu, evaluasi biasanya tidak cukup hanya berdasarkan satu gejala.
Dokter perlu melihat berbagai faktor seperti riwayat kesehatan, siklus menstruasi, kondisi hormonal, organ reproduksi, hingga faktor dari pasangan. Pemeriksaan yang dibutuhkan pun dapat berbeda pada setiap pasien.
Inilah mengapa konsultasi dengan dokter yang mempunyai kompetensi di bidang fertilitas menjadi penting bagi pasangan yang membutuhkan evaluasi lebih mendalam.
Program Hamil Membutuhkan Pendekatan yang Tepat
Banyak pasangan menganggap program hamil hanya berkaitan dengan menentukan masa subur. Padahal, jika kehamilan belum terjadi setelah periode tertentu, terdapat berbagai faktor yang mungkin perlu diperiksa.
Masalah ovulasi, kondisi rahim, saluran reproduksi, gangguan hormonal, kualitas sperma, usia, serta kondisi kesehatan lainnya dapat berperan.
Dalam kondisi seperti ini, pemeriksaan medis membantu pasangan mendapatkan gambaran yang lebih objektif mengenai situasinya.
Dengan kompetensi di bidang Fertilitas-Endokrinologi Reproduksi, dr. Eko Heny Sutanto berfokus pada aspek-aspek tersebut dalam praktik kedokterannya. Medicastore juga mencatat beliau sebagai dokter spesialis kandungan dengan subspesialis Fertilitas-Endokrinologi Reproduksi yang menangani persoalan kesuburan dan gangguan sistem reproduksi perempuan.
Juga Berkaitan dengan Kesehatan Kandungan Secara Menyeluruh
Walaupun mempunyai kompetensi subspesialis fertilitas, bidang Obstetri dan Ginekologi tentunya jauh lebih luas.
Edelweiss Hospital mencantumkan beberapa layanan yang berkaitan dengan kehamilan risiko tinggi, endometriosis, adenomiosis, tindakan laparoskopi dan histeroskopi, serta upaya pencegahan kanker serviks seperti Pap smear dan pemeriksaan terkait lainnya.
Dengan cakupan tersebut, pasien dapat berkonsultasi mengenai berbagai persoalan kesehatan reproduksi berdasarkan indikasi medis yang dialami.
Namun penting diingat bahwa jenis pemeriksaan maupun terapi tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan informasi di internet. Diagnosis dan pilihan penanganan tetap membutuhkan konsultasi langsung dan pemeriksaan oleh dokter.