Namun, sistem ini juga dapat mengarah pada distopia. Tanpa uang, insentif untuk inovasi dan pengerjaan yang lebih baik mungkin akan berkurang. Jika individu tidak dihargai secara finansial untuk kerja keras dan kreativitas mereka, ada kemungkinan besar bahwa semangat untuk berinovasi akan menurun. Jika semua orang berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka tanpa sistem penghargaan yang jelas, dunia dapat berisiko terjebak dalam stagnasi. Pengembangan teknologi baru dan solusi kreatif untuk masalah sosial dan lingkungan mungkin tidak terwujud tanpa adanya mekanisme yang mendorong pengembangan tersebut.
Tantangan lain dalam dunia tanpa uang adalah faktor motivasi. Uang telah menjadi alat pemburu daya saing di banyak bidang. Dalam ruang kerja, kebangkitan keinginan untuk mencapai lebih baik dapat memicu produktivitas. Dalam sistem tanpa uang, mungkin sulit untuk memotivasi individu untuk bekerja ekstra, terutama jika hasilnya tidak terukur. Hal ini dapat menciptakan situasi di mana kualitas dan kuantitas output menjadi berkurang, yang bisa mengakibatkan kekurangan barang dan layanan.
Satu lagi aspek yang perlu dipertimbangkan adalah masalah distribusi. Dalam sistem yang berlandaskan pada kebutuhan, menentukan bagaimana dan kepada siapa barang akan diberikan menjadi tantangan tersendiri. Apakah distribusi akan diatur secara kolektif atau individu? Dan bagaimana cara memastikan bahwa setiap orang mendapatkan akses yang sama? Tanpa struktur yang jelas, tinggal tunggu waktu saja hingga terjadi ketidakpuasan di kalangan masyarakat.