Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Tak Punya Uang Berobat, Seorang Ibu Menyaksikan Anaknya Meninggal

Tak Punya Uang Berobat, Seorang Ibu Menyaksikan Anaknya Meninggal

9 September 2017 | Dibaca : 1982x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Kisah ini bermula pada Minggu dini hari, 3 September 2017 sekitar pukul 02.30 WIB, Bayi Debora sesak nafas. nafasnya tersengal. sebelumnya Debora batuk-batuk berdahak. Henny segera membangunkan suaminya Rudianto Simanjorang. Mereka memutuskan membawa bayinya segera ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.

Bayi Debora segera dilarikan ke IGD RS Mitra Keluarga Kalideres. Dokter jaga yang sedang bertugas waktu itu, Dokter Iren langsung mengambil tindakan pertolongan pertama. Debora dicek suhu tubuhnya, lalu diberikan penguapan untuk mengencerkan dahaknya. Sambil dilakukan pemeriksaan, ayah Debora, Rudianto diminta mengurus administrasi pasien.
Orang tua Debora diminta untuk membayar uang muka Rp 19.800.000 agar anak mereka bisa segera masuk ruang PICU. Namun saat itu keduanya tidak punya cukup uang. Mereka hanya memiliki uang sebesar Rp 5 juta.

"Pukul 04.10 WIB, kedua orang tua Debora dipanggil Dokter Iren. Hasil diagnosa dokter Iren mengatakan si bayi Debora harus segera dibawa ke ruang PICU. Kondisinya memburuk. Pasien harus dimasukkan segera ke ruang PICU untuk memberikan pertolongan maksimal," kata Birgaldo seperti dikutip dari akun Facebooknya.
Rumah sakit tetap menolak bayi Debora dan meminta agar segera dilunasi uang DP. Rudianto, ayah Debora mengatakan dia memiliki BPJS dan memohon agar bayinya diselamatkan lebih dulu. Dia akan berusaha mencari kekurangan uangnya.

Namun ternyata pihak rumah sakit mengaku belum bekerjasama dengan BPJS dan meminta untuk tetap melunasi uang muka.
Pukul 06.00 WIB, kondisi Debora terus menurun. Ia masih diruang IGD. Bayi Debora terus berjuang bertahan hidup tanpa bantuan medis yang optimal. Ia dibiarkan kedinginan tanpa inkubator. Sementara kedua orang tuanya terus berusaha mencari rumah sakit yang punya ruang PICU.

Pukul 09.39 WIB bayi Debora akan dievakuasi ke RS Koja. Dokter di Koja juga sudah berkordinasi dengan dokter RS Mitra. Pukul 10.00 WIB, perawat memanggil kedua orang tua Debora, mereka mengabarkan kondisi bayi Debora memburuk. Mereka memberikan tindakan CPR karena jantung bayi Debora berhenti. Henny memegang tangan anaknya. Dingin sekali. Kedua mata bayi Debora hanya nampak putihnya. Nyawa Debora sudah tidak bisa diselamatkan.

Kisah pilu bayi Debora sangatlah menyedihkan, dijaman yang sudah modern tapi tetap pihak rumah sakit tidak bisa berkompromi walau nyawa sekalipun urusannya. Apa mungkin nyawa seseorang memang sudah tidak ada harganya lagi? bagaimana dengan sumpah seorang dokter? Apakah mereka perlu kuliah lagi untuk mengingat sumpahnya? Ataukah bisnis Rumah Sakit harus menjadi “raja tega” supaya untung. Ataukah para dokter dan perawat tak kuasa dengan pelaturan yang ada. Semua hanya mereka yang menjalani yang tahu dan hanya Allah yang tahu kebenaran dari hati para perawat dan dokter. Semoga kasus bayi Debora tidak menimpa yang lain dan senantiasa diberikan tempat yang indah di surga untuk bayi Debora.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pasca Bom di Surabaya, Polda Jabar Siaga Satu
14 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Rentetan aksi terorisme di daerah Jawa Timur membuat keresahan yang cukup besar di masyarakat. Petugas kepolisian dan TNI tidak boleh lengah bersama rakyat ...
Simak Jam Kerja Produktif di Berbagai Negara
15 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Orang selalu berpikir jam kerja produktif adalah yang dilakukan oleh jam kantor, kadang kita hanya mengetahui jam dimana kita mengerjkan ...
Bosan dengan Banana Nugget? Ini Olahan Pisang Kekinian yang Tak Kalah Enak
17 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Beberapa waktu ini, banana nugget menjadi salah satu jajanan kekinian yang tengah populer. Mungkin kamu salah satu yang menyukai makanan ini. ...
Kabar Gembira Untuk PNS, Waktu Liburan Lebaran 2018 Ditambah 2 Hari
18 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Libur di hari Idul Fitri kali ini ada kabar baik untuk seluruh PNS. Pasalnya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) ...
Obat  Tradisional Diabetes dari Mengkudu
24 Juli 2018, by Maman Soleman
Merasakan sakit yang luar biasa memang tidak ada yang mau, demikian juga  dengan anda. Bagaimana bila anda  saat ini menderita diabetes? Diabetes ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman