Ujian Berat Kesolidan Skuad Persib Bandung
Ketidakhadiran Mariano Peralta jelas menjadi tantangan taktis yang cukup berat bagi Persib Bandung. Selama fase grup Piala Presiden 2026, Peralta kerap menjadi pembeda di lapangan lewat pergerakan tanpa bola yang cerdik dan kemampuannya mengacak-acak lini pertahanan lawan.
Kehilangan salah satu juru gedor utama memaksa tim pelatih untuk memutar otak dan meracik ulang strategi penyerangan. Laga semifinal membutuhkan ketajaman serta efisiensi tinggi dalam memanfaatkan setiap peluang. Oleh karena itu, absennya Peralta menuntut pemain lain untuk tampil lebih agresif dan mengambil peran sebagai pemecah kebuntuan.
Kendati demikian, Igor Tolic optimistis dengan kedalaman skuad yang dimiliki Maung Bandung saat ini. Persib masih memiliki beberapa nama penyerang dan gelandang serang potensial yang siap menggantikan peran Peralta di lini depan.
Peluang Penyerang Pelapis dan Otak-Atik Taktik
Absennya pilar utama seperti Mariano Peralta di satu sisi memang merugikan, namun di sisi lain membuka kesempatan emas bagi pemain pelapis untuk membuktikan kualitas mereka. Panggung semifinal Piala Presiden 2026 bisa menjadi tempat pembuktian bagi para pemain pengganti bahwa mereka layak mendapatkan porsi bermain yang lebih banyak.
Pelatih diprediksi akan mengubah pola pendekatan taktik. Tanpa kehadiran Peralta yang biasanya menjadi penyerang lubang atau pengacak pertahanan, Persib Bandung kemungkinan akan lebih memaksimalkan lebar lapangan melalui kecepatan para pemain sayap (winger), atau mengandalkan skema serangan balik cepat.