Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Yuk, Kita Teladani Sifat Rasul dalam Meminta Maaf!

Yuk, Kita Teladani Sifat Rasul dalam Meminta Maaf!

19 Februari 2018 | Dibaca : 587x | Penulis : Dika Mustika

Dalam hidup, ada banyak peristiwa juga rasa. Tak jarang, kita juga dihadapkan pada dilema di antara sekian pilihan tindakan daam merespon sebuah peristiwa. Ada banyak pertimbangan di situ. Pertimbangan agama, hukum, norma, aturan, opini masyarakat, dsb.  Ada kalanya kita memilh tindakan yang benar. Namun, ada kalanya juga kita tak luput dari salah.

Nah, yang terpenting adalah selanjutnya ketika kita sudah menyadari kesalahan kita. Apa yang selanjutnya kita lakukan? Sebelum kita membahas ini lebih lanjut, kita samakan dulu pendangan kita mengenai tindakan yang salah. Salah bisa hanya berdampak pada diri dan juga berdampak kepada orang lain. Jika hanya berdampak pada diri, yang selanjutnya kita lakukan setelah kita menyadari kesalahan kita adalah bertaubat, mohon ampun kepada Allah. Ketika ‘salah’ kita tidak hanya berdampak pada diri, namun juga berdampak pada orang lain, ini tidak hanya bisa selesai dengan bertaubat. Ada tindakan lain yang harus juga kita lakukan. Tindakan itu bernama ‘meminta maaf’.

Minta maaf ini terdengar sederhana dan tampak mudah. Namun, pada praktiknya ‘minta maaf’ ini adalah salah satu tindakan yang membutuhkan jiwa yang lapang, jiiwa yang mengenyampingkan ego, dan jiwa yang menomor sekiankan ego.

Hal ini seperti dicontohkan oleh Rasul. Salah satu kisah yang menceritakan betapa Rasulullah mengenyampingkan egonya adalah dalam peristiwa setelah perang Khaibar. Saat itu umat muslim menang dalam peperangan melawan Yahudi. Dikisahkan saat itu Rasulullah menemui tawanan perangnya. Salah satu tawanan perang yang ditemui Rasulullah adalah Shafiyah. Rasul menemui Shafiyah dalam rangka meminta maaf. Rasulullah meminta maaf bukan karena beliau salah. Namun beliau paham bahwa kala itu Shafiyah sudah kehilangan ayah, suami, dan paman dalam perang Khaibar ini. Saat itu, Shafiyah sedang berada dalam kondisi benci, sebenci-bencinya pada Rasul.

Dengan kondisi ini, Rasul tetap meminta maaf atas kehilangan keluarga Shafiyah. Rasul menjelaskan bahwa beliau sudah memberi mereka kesempatan. Namun, justru mereka yang kemudian malah menyerang, hingga akhirnya mereka terbunuh dalam perang tersebut. Rasul meminta maaf, lalu menjelaskan, hal ini ia lakukan berulang kali. Bukan hanya sekali atau dua kali, ia meminta maaf hingga berjam-jam. Minta maaf lalu menjelaskan, minta maaf lalu menjelaskan. Beliau melakukan ini hingga akhirnya Shafiya yang sangat membenci Rasul menjadi kagum dengan akhlak Rasul ini.

Rasul, yang sudah dijamin masuk surga saja, mau meminta maaf. Bahkan meminta maaf yang bukan merupakan kesalahannya. Betapa Rasul sungguh menghilangkan ego beliau. Betapa seorang yang sungguh mulia, tidak anti dengan ‘meminta maaf’, mengapa kita yang tidak dijamin masuk surga begitu sombongnya dengan tidak mau menurunkan atau menghilangkan ego ketika melakukan kesalahan kepada orang lain. Bayangkan juga seseorang yang asalnya sangat membenci Rasul kemudian sangat mengagumi Rasul. Yuk, kita teladani sifat Rasul dengan biasa ‘meminta maaf’ khususnya ketika kita melakukan kesalahan kepada orang lain.  

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

film china
12 Juli 2017, by Slesta
Pertumbuhan pasar film China melambat, menunjukkan titik balik bagi sektor yang menikmati ekspansi pesat selama beberapa tahun terakhir. Pada periode ...
Punya Kerutan Di Wajah? Ini Solusinya
19 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Pingin tampil cantik tapi gak Pd sama kerutan diwajah,,, kenapa takut? Banyak cara dan solusi untuk menghilangan semua. Memang kerutan diwajah ...
Doa Agar Mudah Mendapat Pekerjaan
21 Juni 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Setelah selesai menempuh pendidikan selama beberapa tahun tentu tujuan utamanya yaitu untuk mendapatkan pekerjaan. Saat ini mencari pekerjaan ...
piala konfederasi 2017
4 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Perhelatan akbar Piala Konfederasi kini usai, setelah Jerman menjuarai piala ini dengan mengalahkan Chile dengan skor 1-0. Dengan berakhirnya ...
Diguyur Hujan Deras Jalan Lintas Kutai Kartanegara Berlumpur Bikin Macet Parah
28 November 2017, by Admin
Tampang.com - Gerombolan nyamuk yang buas tak henti-hentinya melahap tubuh Misdiono. Lelaki 64 tahun itu, yang sangat takut malaria, bergegas mencari tempat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview