Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Warga Boyolali Jatuh dari Puncak Merapi

Warga Boyolali Jatuh dari Puncak Merapi

23 September 2017 | Dibaca : 855x | Penulis : Rindang Riyanti

Salah seorang pendaki gunung terjatuh saat turun dari Puncak Merapi. Pendaki tersebut adalah Musiri (30) seorang warga asal Dukuh Bulusari, Desa Kaligentong, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Ia mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya yang mengharuskan dirinya dirawat di RSUD Pandan Arang, Boyolali.

"Kondisi (Musiri) hanya luka luar saja, semoga tidak apa-apa dan bisa rawat jalan," kata Tri Wahyudi, teman Musiri, Kamis (21/9/2017).

Menurut Musiri, ia mendaki gunung Merapi bersama rombongannya yang berjumlah 6 orang. Mereka tergabung dalam Kelompok Pecinta Alam Putra Merbabu. Rombongan itu mulai mendaki pukul 18.00 WIB Rabu (20/9) dan sampai di Pasar Bubrah pukul 21.00 WIB. Rombongan ini pun berkemah di sana bersama ribuan pendaki lainnya pada malam 1 Suro tersebut.

"Sekitar pukul 05.00 WIB (Kamis, 21/9/2017), kami naik ke puncak Merapi. Karena banyak pendaki yang naik ke puncak, jadi ikut," kata Musiri sembari berbaring di IDG RSUD Pandan Arang.

Mereka berada di puncak sekitar setengah jam saja. Selanjutnya mereka turun lagi ke Pasar Bubrah sekitar pukul 06.00 WIB. Saat turun dan mendekati kawasan Pasar Bubrah, sekitar pukul 06.30 WIB, Musiri mengalami kecelakaan. Musiri jatuh tersungkur karena tersandung batu. Tubuhnya pun membentur bebatuan dan mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.

"Setelah jatuh saya langsung pingsan, jadi nggak tahu nggulung berapa kali," tuturnya.

Selanjutnya ia dievakusi turun oleh tim SAR. Sampai di Pos New Selo sekitar pukul 13.40 WIB, dia langsung dibawa ke Puskesmas Selo dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Pandan Arang, Boyolali. Musiri mengalami luka lecet di dagu dan telinga kanan. Selain itu juga luka lecet di kedua kakinya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tumbuh Dewasa di Lingkungan Perokok Sebabkan Kerusakan Arteri Pada Perokok Pasif Anak-anak
28 Mei 2018, by Maman Soleman
Anak-anak yang menjadi perokok pasif mengalami kerusakan pada pembuluh arteri mereka. Penuaan dini terjadi pada pembuluh darah mereka, penuaan terjadi hingga ...
Belajar dari Kisah 'Email Ayah untuk Anaknya'...
13 Maret 2018, by Dika Mustika
Zaman now! Zaman now yang terkenal harus selalu kekinian, harus selalu update status, harus selalu tahu apa yang sedang happening! Hal-hal yeng terjadi zaman ...
Facebook akan Deteksi Status Sosial Ekonomi Pengguna. Untuk Apa?
8 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Facebook terus melakukan pembaruan dan kali ini dikabarkan jika facebook mengajukan hak paten untuk teknologi yang mampu mendeteksi secara ...
Terlalu Lama Berdiri Sejak 1919, Nyonya Meneer Akhirnya Kelelahan
5 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Pabrik jamu  cap “Nyonya Meneer” telah berdiri sejak tahun 1919 dan begitu melegenda terutama bagi generasi 1990-an hingga 2000. ...
hijab
13 Mei 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Saat ini semakin banyak wanita yang mengenakan hijab dan lebih bepenampilan islami. Hijab memang sangat dianjurkan bahkan jadi kewajiban wanita ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab