Tutup Iklan
belireview
  
login Register
Riyadh Menawarkan Jaminan Minyak Setelah Keluarnya AS di JCPOA

Riyadh Menawarkan Jaminan Minyak Setelah Keluarnya AS di JCPOA

9 Mei 2018 | Dibaca : 72x | Penulis : Slesta

Dengan Amerika Serikat mengingkari kesepakatan nuklir Iran, Arab Saudi berkomitmen untuk memastikan stabilitas pasar minyak, kata kementerian energi.

"Saya tidak percaya bahwa terus memberikan bantuan sanksi terkait JCPOA kepada Iran adalah demi kepentingan nasional Amerika Serikat," kata Presiden Donald Trump pada Selasa sore.

Keputusannya tentang Rencana Aksi Komprehensif Gabungan, perjanjian yang didukung oleh PBB yang memungkinkan minyak Iran mengalir sebagai pertukaran komitmen untuk memoderasi aktivitas penelitian nuklirnya, secara diam-diam menciptakan kekurangan pasokan untuk pasar energi global.

Harga minyak mentah mendekati 3% pada awal perdagangan Rabu.

Melalui kantor berita resmi, juru bicara Kementrian Energi Saudi mengatakan Riyadh berkomitmen pada pasar minyak yang stabil. Stabilitas berarti produsen dan konsumen mendapat manfaat untuk perbaikan ekonomi global.

"Dia menambahkan bahwa kerajaan akan bekerja dengan produsen utama di dalam dan di luar OPEC serta konsumen utama untuk mengurangi dampak dari kekurangan pasokan potensial," kata cakupan dari Saudi Press Agency.

Arab Saudi adalah salah satu dari sekutu AS yang mendukung keputusan Trump untuk meninggalkan kesepakatan yang membatasi aktivitas nuklir Iran. Sekutu Eropa mengeluarkan pernyataan segera setelah keputusannya meminta AS menahan diri.

Potensi jungkir balik sanksi minyak terhadap Iran datang pada saat pasar global memiliki sedikit kapasitas cadangan untuk diajak bekerja sama. Arab Saudi adalah pemimpin de facto dari upaya oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk menguras surplus pada rata-rata lima tahun dalam persediaan minyak mentah global melalui penurunan produksi yang terkoordinasi. Setelah bertahun-tahun surplus, pasar hampir seimbang berkat sebagian OPEC.

Menjelang keputusan Trump, Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan membatasi aliran minyak dengan berjalan menjauh dari JCPOA akan "tidak diragukan lagi mengirim pasar ke dalam disequilibrium, yang tidak untuk kepentingan produsen, atau kepentingan konsumen."

Sebuah penilaian konsekuensi potensial dari keputusan Trump dari Moody Analytics mengatakan konsekuensi pasar jangka menengah mungkin tidak sedramatis yang diperkirakan semula karena sanksi saat ini terhadap minyak Iran kurang parah daripada masa jabatan Presiden Barack Obama.

"Apa yang membuat sanksi multi-lateral diberlakukan selama era Obama sangat efektif adalah fakta bahwa mereka multi-lateral, sedangkan sanksi Presiden Trump tidak," kata Ekonom Energi Chris Lafakis dalam komentar diemail.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

empal gentong
20 April 2017, by Devi
Cirebon adalah kota pesisir pantai utara yang memilki ciri khas budaya Cirebonan dan juga kuliner yang terkenal lezat.Sebut saja salah satu di antaranya adalah ...
Dua Parpol dikabarkan Merapat ke Jokowi, Airlangga: Tanya mas Hasto
9 April 2018, by Zeal
Tampang.com - Dikabarkan ada dua partai politik (parpol) yang akan kembali merapat ke koalisi kubu Joko Widodo (Jokowi) pada bulan April ini. Menanggapi isu ...
6 Jenis Makanan Berikut Dapat Sebabkan Otak Menjadi Kurang Fokus
1 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Apakah Anda pernah mendengar ungkapan “you are what you eat” yang artinya kamu adalah apa yang kamu makan. Pernyataan ini ada benarnya jika ...
Berat Badan TurunsSampai 30 kg dalam Waktu 6 Bulan
1 September 2017, by Rachmiamy
Memiliki tubuh yang ramping dan juga ideal adalah impian sebagian besar kaum wanita. Lalu, bagaimana jika kita sudah terlanjur bertubuh besar? Pasti kita akan ...
Usir Cacingan yang Menyerang dengan Konsumsi Makanan-Makanan Ini
18 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Menderita cacingan memang sangat menganggu dan bisa berujung bahaya. Cacingan ini bisa terjadi akibat mengkonsumsi makanan yang kurang higienis ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
glowhite